Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BeritaHeadlinePolitikRegional

Yulius Klau : ” Saya Tidak Tipu Rakyat Soal Rencana Pembangunan Jembatan Benenai 2″

234
×

Yulius Klau : ” Saya Tidak Tipu Rakyat Soal Rencana Pembangunan Jembatan Benenai 2″

Sebarkan artikel ini

Malaka – Janji SN-KT untuk membangun Jembatan Benenai 2 dalam Kampanye Pilkada Malaka 2020 hingga penghujung jabatan SN-KT belum ada tanda-tanda dibangun, padahal dalam kampanye lalu, tim kampanye SN-KT berusaha meyakinkan rakyat untuk pilih SN-KT agar jembatan penghubung kedua kecamatan itu bisa dibangun.

Dampak dari tidak dibangunya Jembatan Benenai 2 itu bukan hanya untuk paslon yang menawarkan program tersebut tetapi juga bagi tim kampanye yang berupaya meyakinkan rakyat terkait realisasi janji itu.

” Dimana-mana saat bertemu, rakyat selalu mempertanyakan hal itu kapan jembatan itu bisa dibangun agar dimanfaatkan rakyat. Sebagai tim kampanye saya hanya menyampaikan program yang diusung Paslon. Soal dibangun atau tidak tergantung pada Paslon terpilih. Jadi saya tidak tipu rakyat soal pembangunan jembatan Benenai 2″, demikian penyampaian salah satu tim kampanye Paslon SN-KT Tahun 2020, Yulius Klau disela acara kunjungan keluarga Bakal Calon Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran ( SBS) di Desa Fafoe – Kecamatan Malaka Barat – Kabupaten Malaka, Selasa (28/5-2024).

Menjawab pertanyaan warga terkait nasib pembangunan Jembatan Benenai 2 di Aintasi Yulius mengakui pernah menyampaikan rencana itu kepada rakyat saat kampanye Pilkada Malaka tahun 2020.

” Sebagai tim, rencana itu disampaikan ke rakyat saat kampanye, tetapi soal dibangun atau tidak bukan ranah kami lagi karena itu urusan paslon terpilih yang mengurusi dan mengeksekusi program”, ujarnya.

” Rencana pembangunan Jembatan Benenai 2 kita sampaikan saat kampanye 2020 sesuai permintaan Paslon tetapi setelah terpilih tidak dijalankan. Untuk itu sebagai salah satu tim kampanye saat itu kami minta maaf untuk rakyat Malaka karena Jembatan Benenai 2 belum dibangun termasuk beberapa janji yang belum direalisasi. Ini kecelakaan politk dan kita sudah salah jalan. Saat ini kita sudah sadar dan harus kembali ke jalan benar dalam pilkada Malaka 2024 untuk memilih pemimpin yang memiliki komitmen dan bisa mengurus rakyat”, tandasnya. ( boni)