Warga Hilir Daerah Irigasi Malaka Sayap Kanan Minta Optimalkan Pemanfaatan Air Irigasi Malaka Untuk Kemakmuran Rakyat

Malaka ( Advertorial) Warga dua desa di di hilir Daerah Irigasi (DI) Malaka Sayap Kanan di Desa Rabasa dan Rabasa Haerain di Kecamatan Malaka Barat – Kabupaten Malaka meminta supaya air irigasi Malaka dioptimalkan pemanfaatannya untuk percepatan kemakmuran rakyat.

Caranya, desa yang membutuhkan air untuk sawah tetap dialirkan ke sawah tetapi desa yang tidak membutuhkan air supaya pintu air di saluran tertier ditutup agar rakyat bisa mengolah lahannya guna menanam komoditi lain selain tanaman padi.

Sementara itu Petugas Pintu Air harus disiplin dalam bertugas dan harus perhatikan irama airnya supaya tidak meluber ke pemukiman penduduk dengan memperhatikan kebutuhan masyarakat.

Bila penjaga pintu air disiplin mengatur lalulintas air maka pintu air pada saluran primer dan sekunder tidak perlu ditutup dan hanya dilakukan penutupan pintu air pada saluran tertier bagi petani yang tidak membutuhkan air.

Kepala Desa Rabasa, Agustinus Nahak mengatakan hal itu kepada wartawan di Wemean – Rabasa – Kecamatan Malaka Barat – Kabupaten Malaka, Jumat (3/7-2020).

Dikatakannya, khususnya untuk Desa Rabasa dalam musim panas tahun ini tidak membutuhkan air irigasi yang bersumber dari DI Malaka sayap kanan karena lebih memilih untuk tanam jagung dan palawija mengingat pasokan air selama lima tahun terakhir dari DI Malaka tidak mencukupi kebutuhan warga untuk tanam padi.

” Untuk musim panas tahun ini kami di desa Rabasa mau optimalkan lahan seluas 40 ha untuk tanam jagung ahuklean dan palawija. Selama lima tahun terakhir pada MT3 warga tidak bisa bersawah karena kekurangan pasokan air irigasi Malaka ”

” Langkahnya, kami minta supaya pintu air di saluran tertier titik Posco Covid 19 Wemean yang memasok air ke areal persawahan warga di desa Rabasa ditutup supaya lahan rakyat diolah untuk tanam jagung dan palawija”

” Karena kita bertetangga dengan desa Haerain yang posisinya paling hilir maka kita hanya minta penutupan pintu air di pintu tertier. Sementara saluran primer dan sekunder tidak perlu ditutup agar air bisa mengalir ke desa tetangga yang membutuhkan”.

” Kami senang sekali mendengar Pengawas DI Malaka di Provinsi mau ke Malaka dalam waktu dekat terkait rencana penutupan pintu air bagi desa yang tidak membutuhkan air pada MT3 tahun ini”

“Kami berharap Pejabat atau staf dari provinsi yang datang ke Malaka bisa mampir ke desa Rabasa bersama Para Pejabat PUPR Malaka untuk melihat dari dekat persoalan yang sementara terjadi guna dicarikan solusi terbaik”

” Yang pasti, sejak tahun 2015 hingga saat ini lahan warga seluas 40 ha di desa Rabasa tidak bisa diolah optimal karena kekurangan pasokan air irigasi. Sebagai desa di hilir DI Malaka kami sangat menyadari hal itu apalagi dalam beberapa tahun terakhir debit air di Kali Benenai menurun drastis bahkan kering dimusim panas seperti sekarang”

Sekdes Rabasa, Hendrikus Nahak kepada wartawan mengatakan salah satu persoalan yang dihadapi warga di desanya yakni pengaturan air oleh petugas pintu air yang bertugas di lapangan tidak sesuai kebutuhan warga.

” Saat rakyat tidak butuhkan air irigasi malah air itu dilepas dari hulu hingga banjir di perkampungan. Sebaliknya kalau dibutuhkan air itu tidak datang. Rakyat mau tanam juga sangat ragu-ragu. Mau paksakan tanam hasil akhirnya rakyat gagal panen karena kekurangan pasokan air irigasi dari DI Malaka sayap kanan”

” Keadaan seperti ini harus diakhiri dan rakyat harus diberi solusi. Khususnya untuk desa Rabasa kita,minta supaya pintu air yang menuju lokasi persawahan warga ditutup pada MT3 agar warga bisa tanam jagung dan Palawija. Dengan catatan petugas pintu air yang bertugas harus disiplin mengatur lalulintas air supaya tidak meluber ke badan jalan negara atau perkampungan warga”

” Konsep diatas yang diterapkan maka saluran Primer dan Sekunder DI Malaka yang memasok air ke desa Rabasa tidak perlu ditutup tetapi hanya tutup saja di Saluran tertier yang mengalirkan air ke sawah di desa Rabasa. Itu berarti kita hanya tutup pintu air di titik Pos Covid 19 Wemean dan tidak perlu tutup pintu Saluran Primer di titik Lakulo Kakeuktuik – Desa Lakulo sehingga air bisa mengalir ke desa tetangga Rabasa Haerain yang membutuhkan air irigasi”

” Untuk desa Rabasa masih ada satu titik pintu air didepan rumahnya Sekretaris desa Haerain yang perlu ditutup bila airnya tidak dibutuhkan”

Ketua BPD Desa Haerain – Kecamatan Malaka Barat, Leo Nahak kepada wartawan meminta agar Pemprov dan Pemkab Malaka yang mengelola DI Malaka Sayap Kanan supaya mencarikan solusi terbaik untuk rakyat terkait pengaturan dan pengelolaan air irigasi Malaka sayap kanan.

” Kami di Haerain merupakan desa paling hilir untuk mendapatkan pelayanan air dari DI Malaka sayap kanan”

” Untuk MT3 tahun ini sebaiknya potensi lahan yang ada bisa untuk tanam jagung, palawija dan hortikultura karena untuk tanam padi pasokan air MT3 biasanya tidak mencukupi kebutuhan karena menurunnya debit air di kali Benenai”

” Saat ini memang ada warga yang tanam padi dan kebanyakan sudah mulai panen sehingga untuk musim panas tahun ini bisa manfaatkan lahan itu untuk tanaman pangan selain padi”

” Soal tutup tidaknya pintu air di desa Haerain itu tergantung kebutuhan dan kesepakatan warga. Kita akan identifikasi dulu berapa petani yang masih tanam padi saat ini sehingga menjadi pertimbangan untuk melakukan penutupan pintu air”

” Solusi kedepan, petani di hamparan sawah Haerain mulai tahun depan supaya bisa melakukan penanaman serentak agar memudahkan pengaturan air. Misalnya, MT 1 rakyat bisa tanam padi karena ada hujan dibantu air dari DI Malaka . Setelah panen sawahnya dikeringkan untuk tanam jagung dan palawija sehingga selama setahun lahan yang ada dioptimalkan pemanfaatannya”

Babinsa Koramil 09 Biudukfoho yang bertugas di desa Rabasa, Rabasa Haerain dan Loofoun – Kecamatan Malaka Barat, Serda Stanis Mali Seran kepada wartawan mengatakan dirinya siap memback up pengawasan dan membantu pengaturan air di tiga desa hilir tersebut.

” Sebagai anggota TNI yang bertugas di tiga desa hilir ini siap memback up dan ikut melakukan pengawasan terkait pengaturan air irigasi agar pasokan air DI Malaka bermanfaat bagi rakyat”

” Kita berharap para pemangku kepentingan baik di Provinsi dan Kabupaten bisa datang ke tiga desa ini mencarikan solusi terbaik untuk rakyat terkait pengelolaan air di DI Malaka terutama bagi warga tiga desa di hilir”

” Supaya tidak ada tumpang tindih segera dilakukan rapat koordinasi dengan semua pemangku kepentingan baik di Provinsi, Kabupaten dan Desa untuk carikan solusi terbaik agar rakyat tidak ragu mengambil keputusan untuk melakukan penanaman”

” Saya dari pihak TNI siap membantu melakukan pengawasan di lapangan termasuk ikut membantu membuka dan menutup pintu air bila diperlukan” (boni)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *