Warga Desa Rabasa – Malaka Gagal Tanam Padi MT 1 – Petugas Pintu Air Harus Disiplin dan Bertanggung Jawab

Malaka (Adv) – Warga desa Rabasa di Kecamatan Malaka Barat – Kabupaten Malaka – Provinsi NTT gagal tanam padi pada MT 1 tahun 2020.

Dari total lahan pertanian sawah milik warga seluas 60 ha di desa Rabasa, dalam MT 1 baru bisa tanam 8 hektar dari potensi luas lahan yang ada.

Itupun hanya menggunakan sisa buangan air dari desa Lakulo yang sudah panen padi MT 1.

Dari pantauan desa, petugas pintu air yang bertugas di Pintu Air Kakeuktuik – Desa Lakulo – Kecamatan Welimam kurang disiplin dalam melakukan pembagian air sehingga rakyat tidak tanam.

Kita minta BWS NT2 yang mengurusi DI Malaka dan Dinas PU Kabupaten Malaka bagian Irigasi memperhatikan masalah pengaturan air agar tidak meresahkan petani.

Permintaan itu disampaikan Penjabat Kades Rabasa – Kecamatan Malaka Barat, Agustinus Nahak di Rabasa – Malaka Barat, Kamis (21/5-2020)

Dikatakannya, selama empat tahun terakhir warga di desa Rabasa selalu kesulitan air irigasi untuk mengairi sawah mereka.

“Setiap tahun kita selalu koordinasikan masalah pengaturan air itu dengan para petugas Irigasi Malaka di Boni – Kakaniuk namun implementasi di lapangan jauh dari harapan. Alhasil, lahan pertanian terlantar tidak ditanami karena kekurangan pasokan air”

” Contoh konkrit, dalam MT 1 tahun ini rakyat di desa Rabasa baru melakukan penanaman 8 hektar dari 60 ha lahan disaat semua orang sudah mulai panen padi MT 1″

” Penanaman itupun memanfaatkan curah hujan yang ada dan air buangan setelah warga Lakulo panen padi MT 1 ”

” Saat ini perkampungan di desa Rabasa kebanjiran air karena semua pintu air dibuka. Kemarin kami datang minta petugas di Boni – Kakaniuk untuk melakukan penutupan air agar tidak menggenangi pemukiman penduduk”

” Kalau saat ini rakyat tanam akan menjadi persoalan tersendiri karena tanam untuk MT 1 atau MT2. Kalau rakyat tanam lalu tidak ada pasokan air dari DI Malaka tentu rakyat mengalami kerugian besar karena bisa gagal panen”

Kadis PUPR Kabupaten Malaka melalui Kabid Pengairan, Hubert Seran saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (21/5-2020) mengatakan akan memperhatikan hal itu.

” Kami akan berkoordinasi dengan balai terkait ketersediaan air irigasi di DI Malaka termasuk penanganan di lapangan”

“Dari pantauan kami selama MT 1 tahun ini pasokan air irigasi lancar baik di sayap kiri dan sayap kanan sehingga petani lahan basah bisa menanam padi di sawahnya apalagi curah hujan juga sangat bagus tahun ini.
Bila warga desa Rabasa keluhkan kekurangan pasokan air irigasi akan kita petakan dulu persoalannya untuk dicarikan solusi ” (boni)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *