Warga Desa Rabasa Apresiasi Bantuan Pemerintah Atasi Kelangkaan Air Bersih Pasca Banjir Kali Motadelek – Malaka

Warga empat dusun di Desa Rabasa – Kecamatan Malaka Barat – Kabupaten Malaka – Provinsi NTT menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Pusat , Pemprov NTT dan Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran yang sangat tanggap memberikan intervensi bantuan air bersih bagi warga empat dusun di desa Rabasa yang terdampak Banjir Kali Motadelek – Malaka.

Selaku Kades kami mengapresiasi Pemerintah baik dari Pusat, Provinsi dan Bupati Malaka yang memiliki perhatian besar terkait upaya mengatasi penyebab dan efek banjir pasca Banjir Kali Motadelek di Rabasa.

Hal itu disampaikan Kepala Desa Rabasa Agustinus Nahak saat menerima bantuan tanggap Darurat BPPW NTT Kementrian PUPR di Rabasa – Kabupaten Malaka, Senin (8/6-2020.)

Kepala Desa Rabasa, Agustinus Nahak mengatakan bantuan sarana air bersih itu memerupakan kepedulian yang luar biasa.

” Kami sangat senang karena air bersih sudah terjawab dari Penanganan Bencana”.

“Sarana ini sangat bagus dan kami bersurat untuk diperpanjang karena ini sarana yang dipinjam pakekan”

” Kita akan bentuk tim untuk tangani dan rawat sarana ini. Tim Covid desa akan diberdayakan untuk mengatur pelayanan air bersih untuk rakyat di empat dusun di Rabasa sehingga saat pengambilan harus terapkan protokol.Covid dengan cara jaga jarak,  tidak berkerumun dan  harus  kenakan masker”

Kalak BPBD Kabupaten Malaka, Gabriel Seran dalam kesempatan yang sama menyampaikan terima kasih kepada Pempus dan Pemprop NTT yang sangat tanggap terhadap bantuan tanggap darurat berupa air bersih bagi warga desa,Rabasa yang terdampak banjir Kali Motadelek.

” Usaha kita sudah berhasil dan direspon positif Pemprov NTT dan hari ini sarana itu sudah dipasang dan dimanfaatkan rakyat”

PPK Tanggap Darurat BPPW NTT Kementrian PUPR, , Andre Pandual kepada wartawan mengatakan pemberian bantuan tanggap darurat bagi warga desa Rabasa itu Ini sesuai surat dari BPBD Kabupaten Malaka ke BPPW NTT terkait adanya bencana alam di Malaka.

“Sesuai surat itu tim kita dari Provinsi turun ke lapangan melakukan Survey dan sesuai hasil Survey memang rakyat yang terdampak bencana banjir membutuhkan sarana air bersih”

” Hari ini kita bawa 6 Unit Hidran umum dengan kapasitas 2 kubik per fiber untuk penampungan air yang didistribusikan kepada warga yang tersebar pada empat dusun di desa Rabasa – Malaka ”

Seperti disakaikan wartawan media ini usai menginstalasi sarana penampungan air bersih itu warga berduyun-duyun mengambil air bersih untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. (boni)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *