Warga Desa Oanmane – Malaka Siapkan Lahan 20 Ha Tanam ” Batar Ahuklean” Pada MT3 – Program RPM Tetap Jadi Andalan Rakyat

Malaka ( Advertorial ) – Warga desa Oamane di Kecamatan Malaka Barat – Kabupaten Malaka siapkan lahan seluas 20 ha untuk tanam jagung pada MT3 tahun ini.

Selama ini penanaman Jagung MT3 yang dikenal warga setempat dengan tanaman ‘ batar ahuklean” tetap jadi andalan warga untuk panen hasil setiap tahunnya sehingga momentum itu dimanfaatkan warga melakukan penanaman.

Beberapa warga di desa sudah melakukan persiapan pembersihan lahan dan petani lainnya masih menunggu curah hujannya turun dan kondisi lahan memungkinkan untuk dibersihkan karena masih berlumpur.

Kepala Desa Oanmane, Lukas Leky mengatakan hal itu kepada wartawan di Sukabilulik – Desa Oanmane- Kecamatan Malaka Barat – Kabupaten Malaka – Provinsi NTT, Minggu (5/7-2020)

Kades Lukas mengatakan penanaman jagung musim III yang lasim disebut ‘batar ahuklean’ merupakan andalan warga di pesisir kali Benenai yang biasanya ditanam pada musim panas (Juli – Agustus).

” Disebut ahuklean karena lubang untuk menanam jagungnya lebih dalam, dua kali dalamnya dari penanaman jagung MT 1 dan II”

” Ciri khas dari penanaman batar ahuklean itu lubang penanamannya lebih dalam, tidak membutuhkan hujan yang besar tetapi mengandalkan embun malam untuk proses pertumbuhan hingga pengisian biji”

” Setahu kami penanaman batar ahuklean pada MT3 di Malaka hanya dilakukan petani yang lahannya sepanjang bantaran kali Benenai, sementara di pegunungan biasanya hanya bisa tanam pada MT1 dan MT2″

” Kepala desa bersama aparat sudah mengarahkan rakyat agar mempersiapkan lahannya sehingga bila tiba saat penanaman langsung dilakukan penanaman”

” Setiap tahun petani disini menanam sebanyak 3 kali. Pada MT 1 biasanya rakyat tanam jagung dan padi secara bersamaan . Dalam satu lahan petani bisa tanam jagung dan juga padi untuk jaga-jaga bila curah hujan MT 1 tinggi”

” Petani dalam penanaman MT1 biasanya tanam jagung dan padi secara bersamaan. Bila curah hujannya pas maka petani bisa panen dua komoditi itu sekaligus baik padi dan jagung.

” Bila curah hujannya tinggi maka rakyat hanya bisa panen padi karena curah hujan yang tinggi menurunkan produktifitas jagung karena kelebihan air di kebun dan lahan terendam air”

” Setelah panen MT1 rakyat langsung tanam jagung MT 2. Tahun ini khususnya untuk MT2 rakyat hanya bisa tanam pada lahan seluas 10 ha disekitar bantaran kali Benenai. Tanamannya jadi dan saat ini sementara pengisian biji dan diprediksi bisa dipanen”

” Sementara 20 ha lainnya gagal tumbuh dan gagal panen karena tanamannya direndam air hujan yang berkepanjangan sehingga tanaman jagung yang ada dibersihkan untuk pakan ternak”

” Harapan rakyat ada di MT3 yakni penanaman batar ahuklean. Sesuai pengalaman petani disini bila pada MT2 curah hujannya tinggi maka akan menyimpan air di tanah sehingga pada saat penanaman jagung MT3 bisa mensuplai makanan dari tanah selain mendapatkan air dari embun di waktu malam ”

” Penanaman Jagung MT3 merupakan tradisi turun temurun khususnya di daerah bantaran kali Benenai dan daerah- daerah lain yang dekat dengan bantaran kali Benenai bisa melakukan penanaman jagung”

” Penanaman jagung MT3 biasanya hasilnya melimpah tidak kalah dengan MT1 sehingga kami tetap minta rakyat menyiapkan lahannya untuk tanam batar ahuklean”

” Lahan disini sangat subur karena semua kebun yang ada merupakan endapan kali Benenai saat banjir sehingga tidak membutuhkan pupuk ”

” Kami senang sekali karena setiap tahun lahan kami diolah dengan traktor milik pemerintah secara gratis dan rakyat tidak perlu mengeluarkan jutaan rupiah untuk membayar traktor”

” Kami sangat merasakan bantuan pemerintah melalui program RPM usungan Bupati SBS dan selama ini rakyat menikmati hasilnya dari program itu. Terima kasih Bupati SBS yang sudah membantu rakyat” (boni)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *