Waket 1 DPRD Malaka : Program RPM Berhasil dan Harus Dilanjutkan

Malaka – Program RPM yang diusung Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran dikategorikan berhasil dan harus dilanjutkan karena bersentuhan langsung dengan kebutuhan dasar rakyat dan langsung dinikmati rakyat.

Salah satu bukti bahwa program RPM itu berhasil yakni sejak program itu digelar rakyat Malaka berkelimpahan makanan dan tidak kelaparan.

Salah satu point penting yang harus dicatat disini bahwa melalui program RPM rakyat sudah bisa menjual hasilnya dan mendapatkan uang. Itu point pentingnya.

Soal masih ada kekurangan disana sini dalam pengimplementasiannya itu juga harus diakui sebagai catatan untuk diperbaiki karena pada dasarnya program RPM itu sangat baik dan bermanfaat bagi rakyat.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua 1 DPRD Kabupaten Malaka, Devi H. Ndolu diruang kerjanya, Kamis (18/12-2019).

Dikatakannya, Program RPM yang dijalankan di Kabupaten Malaka dibawah Pemerintahan Bupati SBS
dkategorikan berhasil. Pemerintah harus terus mendorong supaya program itu dilanjutkan dan dikembangkan untuk percepatan kemakmuran rakyat dengan melakukan berbagai pembenahan di lapangan.

“Untuk rakyat tidak ada kata mahal sehingga tidak ada alasan pemerintah harus pending program itu. Kita harus berikan kepada rakyat untuk tanam supaya jual hasilnya”.

Terkait polemik yang berkembang bahwa budidaya bawang merah di Kabupaten Malaka gagal total Waket Devi membantah keras.

” Saya sudah turun dan cek langsung di Petani ternyata budidaya bawang merah di Malaka lebih banyak berhasilnya ketimbang gagalnya”

“Saya tanya dan lihat dilapangan ternyata ada kelompok tani yang sangat bagus karena kelompoknya sangat rajin, kerja samanya baik, bisa tofa dan siram bawangnya maka hasilnya bagus”.

” Ada juga kelompok yang kurang bagus . Itu harus diakui karena kurang perawatan, kurang tofa, kurang siram sehingga hasilnya tidak optimal dan itu harus diakui . Kekurangannya yang harus dibenahi karena programnya baik”.

” Tetapi satu hal yang pasti bahwa melalui program RPM yang digelar banyak petani kita di Malaka sudah banyak mengetahui teknik budidaya bawang merah secara baik dan benar”

“Selain itu kita juga bisa mengetahui bahwa komoditi bawang merah ternyata sangat cocok dikembangkan dan dibudidayakan di Kabupaten Malaka”

” Mengenai informasi bahwa bawang merah yang dikembangkan selama ini cepat membusuk itu juga harus dijelaskan bahwa teknik penyimpanan bawang pasca panen belum memadai karena kekurangan tempat penyimpanan yang memadai di tingkat petani”

“Saat saya turun ke lapangan lihat kondisi riil di petani ternyata hasil panenan melimpah karena rata-rata produksi 10 ton/ha. Problem yang dihadapi petani kita di Malaka yakni mereka belum memiliki tempat penyimpanan yang memadai dan ditumpuk saja sehingga cepat busuk.

” Kami dengan komisi 2 DPRD sudah melakukan kaji banding di Brebes -Jawa Tengah terkait budidaya bawang merah hingga pasca panen ternyata problemnya kurang lebih hampir sama”

“Petani di Kabupaten Brebes setiap tahunnya menanam bawang sebanyak 400 ribu hektar dengan sumber pendanaan dari APBD II , APBD I dan APBN termasuk dari BI juga ikut mengintervensi tetapi toh perjalanannya tidak selalu mulus”

” Setiap tahun para petani ada yang berhasil dan tahun-tahun tertentu juga gagal karena berbagai faktor termasuk persoalan penyimpanan bawang saat pasca panen”

“Seperti di Brebes yang pernah kita kunjungi. Ada bawang yang rusak karena tidak memiliki tempat penyimpanan yang memadai sementara hasil produksinya melimpah. Petani belum mampu menyiapkan tempat yang representatif guna menyimpan hasil produksi yang melimpah itu sehingga bawang mudah rusak”.

” Walau demikian petani bawang Brebes dan pemerintah setempat tetap konsisten menanam bawang karena hasilnya bila diakumulasikan sangat menguntungkan petani”

” Kalau harga jual agak turun itu hukum ekonomi karena kalau produksinya banyak harga turun saat panen sehingga yang perlu ditata adalah management produksinya sehingga tidak bertubrukan dengan musim tanam bawang di Rote, Oesao agar bisa diserap pasar saat panenan” (adv/boni atolan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *