Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
HeadlineLintas Provinsi

Visi Kepri Permata Biru 2045: Ansar Ahmad Ungkap Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah

78
×

Visi Kepri Permata Biru 2045: Ansar Ahmad Ungkap Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah

Sebarkan artikel ini

Radarmalaka.com, Tanjungpinang – Gubernur Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad, menghadiri Rapat Paripurna DPRD Provinsi Kepri Masa Sidang Kedua Tahun Sidang 2024, di Balairung Wan Seri Beni, Dompak, Kota Tanjungpinang, pada Selasa, 21 Mei 2024.

Rapat tersebut dipimpin oleh Ketua DPRD Kepri, Jumaga Nadeak. Selain itu, Rapat tersebut didampingi oleh Wakil Ketua II Raden Hari Tjahyono dan Wakil Ketua III Tengku Afrizal Dahlan.

Dalam rapat tersebut, Ansar menyampaikan dua Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda), yaitu Ranperda tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Provinsi Kepri Tahun 2025-2045 dan Ranperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2023.

Pada sambutan pengantar tentang Ranperda RPJPD 2025-2045, Ansar menyebutkan visi Kepri 20 tahun ke depan adalah ‘Kepri Permata Biru 2045: Provinsi Kepulauan Berbasis Maritim, Berbudaya Melayu, Maju, dan Berkelanjutan’.

Menurutnya, ‘Kepri Permata Biru’ berarti bahwa wilayah yang didominasi oleh perairan akan diarahkan ke arah salah satu kekuatan ekonomi dan sumber pertumbuhan yang kuat di region Sumatera dan merupakan bagian dari konstelasi transformasi ekonomi Indonesia menuju negara maju.

Pencapaian visi tersebut akan diukur dengan indikator Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Perkapita tahun 2045 mencapai Rp1.289,73-1.558,62 Juta Rupiah, Indeks Ekonomi Biru Indonesia tahun 2045 mencapai 338,51, Kontribusi PDRB Industri Pengolahan tahun 2045 mencapai 47,19-50,17 %; dan Tingkat Kemiskinan tahun 2045 dapat diturunkan hingga angka 0,07%-0,32%.

Ansar menambahkan, Rasio Gini tahun 2045 diturunkan sampai dengan angka 0,254-0,298, Kontribusi PDRB Provinsi Kepri terhadap Nasional tahun 2045 mencapai 1,9%, Laju pertumbuhan ekonomi tahun 2045 mencapai 2-3%, Indeks Daya Saing Daerah tahun 2045 mencapai 4,08, Indeks Modal Manusia tahun 2045 mencapai 0,75, dan Penurunan Intensitas Emisi Gas Rumah Kaca tahun 2045 mencapai 96,37%.

Pada Ranperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2023, Ansar mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan daerah.

Selain itu, dia merasa bersyukur karena Laporan Keuangan Pemprov Kepri mengalami peningkatan dan berhasil meraih predikat Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk keempat belas kalinya dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia (RI).

Ansar juga menyampaikan secara umum capaian realisasi APBD Tahun 2023. Saat ini, Realisasi PAD tahun 2023 mencapai Rp1,80 triliun, naik 7,83 persen dari tahun 2022.

Tingkat Kemandirian Keuangan Daerah dari target 41,77 persen tercapai dengan realisasi yang meningkat menjadi 43,33 persen.

“Kenaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) merupakan salah satu hal yang membantu mendukung total pendapatan mencapai Rp4,17 triliun dari target Rp4,09 triliun. Terkait pengelolaan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2023 dari target Rp4,43 triliun, kami berhasil mencapainya dengan realisasi Rp4,27 triliun atau 96,49 persen. Selanjutnya, berdasarkan Realisasi APBD Tahun 2023, Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) Tahun 2023 sebesar Rp231,21 miliar,” ungkap Ansar.

Editor: Budi Adriansyah
Penulis: Ron