Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
HeadlineLintas Provinsi

Upaya Pemanfaatan Dermaga PLBN Serasan untuk Maksimalkan Arus Barang di Kepri

32
×

Upaya Pemanfaatan Dermaga PLBN Serasan untuk Maksimalkan Arus Barang di Kepri

Sebarkan artikel ini

Radarmalaka.com, Tanjungpinang – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Riau (Kepri) melalui Dinas Perhubungan sedang berusaha untuk memanfaatkan dermaga Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Serasan agar dapat digunakan untuk pendaratan kendaraan yang menumpang Kapal Roll in Roll on (Roro).

Saat ini, Kapal Roro yang singgah di Serasan hanya dapat menurunkan penumpang dan tidak dapat membawa kendaraan.

Hal ini dianggap tidak efisien oleh Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kepri Junaidi, dan mengakibatkan barang yang diangkut dari dan ke darat di Kecamatan Serasan, Kabupaten Natuna, menggunakan jasa panggul.

Junaidi berpendapat bahwa jika kendaraan yang menumpang Kapal Roro dari beberapa wilayah di Kepri dan luar daerah dapat mendarat di Kecamatan Serasan, hal ini akan memaksimalkan arus barang di daerah tersebut.

“Dapat dibayangkan hasil bumi maupun kelautan yang dihasilkan masyarakat Kecamatan Serasan bisa lebih banyak terangkut keluar. Demikian pula barang dari luar bisa menjadi lebih murah karena berkurangnya biaya dari jasa panggul,” papar Junaidi, di Tanjungpinang, pada Kamis, 9 Mei 2024.

Saat ini, dua Kapal Roro yang singgah di Kecamatan Serasan adalah Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Bahtera Nusantara 01 dan KMP Bahtera Nusantara 03 dengan rute Tanjunguban-Tambelan-Serasan-Sintete, dan Uban-Matak-Midai-Penagi-Serasan-Sintete.

Menurut Junaidi, terdapat dua opsi agar kendaraan dari Kapal Roro dapat mendarat di Serasan. Opsi pertama adalah melalui lahan di sekitar PLBN yang akan dibangun sebagai pelabuhan Roro.

Namun, opsi ini memerlukan sejumlah persiapan sebelum dibangun, seperti pembebasan lahan dan dana. Opsi kedua ialah pemanfaatan dermaga PLBN yang sudah ada sebagai tempat pendaratan kendaraan.

“Dermaga tinggal dibangun selengseng, atau tempat pendaratan,” ujarnya.

Pemprov Kepri melalui Dishub telah menawarkan kepada Kementrian Perhubungan untuk mewujudkan hal itu.

Saat ini, penawaran sedang dikaji dan disinkronkan antara Direktorat Jenderal (Dirjen) Laut dan Dirjen Darat di Kementrian Perhubungan. Jika terwujud, maka hal itu akan menghemat cukup banyak biaya.

Pembuatan pelengseng membutuhkan biaya sekitar Rp15-20 miliar, yang jauh lebih efisien dibandingkan dengan pembangunan dermaga baru yang memerlukan biaya minimal Rp60 miliar.

Selain itu, pembuatan pelengseng hanya membutuhkan waktu sekitar 6 bulan untuk selesai, sedangkan pembangunan dermaga baru memerlukan waktu 2-3 tahun untuk selesai.

Editor: Budi Adriansyah