Trans Kapitan Meo di Malaka Bisa Jadi Model Penataan Daerah di Malaka

Malaka – (Adv) -Penataan Lokasi transmigrasi Kapitan Meo di Kecamatan Laenmanen Kabupaten Malaka bisa dijadikan model penataan perkampungan di Wilayah Kabupaten Malaka. Selain masyarakat bisa menikmati rumah layak huni juga mereka dapat menikmati akses jalan raya yang representatif dan berbagai fasilitas umum yang sudah ditata secara terpadu seperti sarana air bersih, embung untuk irigasi dan fasilitas umum lainnya termasuk lahan untuk pengembangan usaha rakyat.

Pemerintah bisa mengadop model pembangunan seperti Trans Kapitan Meo untuk dikembangkan dalam penataan pemukiman bagi warga di Kabupaten Malaka.

Wakil Ketua Komisi 2 DPRD Kabupaten Malaka, Markus Baria Berek mengatakan hal itu kepada wartawan disela Pengresmian Trans Kapitan Meo oleh Mentri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Drs. Wbdul Halim Iskandar, M. Pd
di Desa Rabasahaerain – Kecamatan Malaka Barat – Kabupaten Malaka – Provinsi NTT, Minggu (15/12-2019).

Dikatakannya, Pembangunan Permukiman Transmigrasi UPT Kapitan Meo di Kecamatan Laenmanen TA 2019 lewat dana tugas pembantuan Kemdes Daerah Tertinggal dan Transmigrasi yang diresmikan Mentri Desa hari ini merupakan sebuah contoh dan model pengembangan kawasan yang patut diapresiasi dan ditiru.

“Yang kita adopsi itu model penataan pembangunannya sehingga dalam menata sebuah desa harus melalui perencanaan yang matang agar warga yang bermukim di wilayah itu dapat mengakses semua fasilitas pelayanan publik termasuk infrastruktur dan sarana prasarana penunjang”

” Trans Kapitan Meo itu bisa jadi contoh karena pemerintah tidak asal bangun rumah tetapi juga dilengkapi jalan raya yang memadai, embung irigasi yang memadai guna mendorong usaha masyarakat di wilayah itu”

” Kita sangat optimis karena sesuai rencana di trans Kapitan Meo akan dibangun 323 Pemukiman baru dan sisipan sehingga kedepannya daerah ini akan berkembang maju”

” Apalagi pemerintah sesuai dengan program akan melakukan pendampingan kepada masyarakat sehingga semua investasi yang diberikan bisa dioptimalkan pemanfaatannya untuk percepatan kemakmuran rakyat”

“Ini merupakan model pembangunan yang perlu diadopt. Bahwa untuk membangun sebuah desa tidak asal bangun tetapi harus ada grand designnya sehingga bisa dikembangkan sesuai perencanaan tata ruang di desa yang bersangkutan”

” Kita berharap kedepannya hal itu bisa didiskusikan untuk dikembangkan dan diimplementasikan di desa dan Kecamatan lainnya di Malaka. Ini sangat bagus karena Malaka masih tergolong daerah pemekaran baru sehingga penataan seperti ini perlu dilakukan secara terencana dan terpadu” (adv/boni atolan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *