Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Headline

Tinus Tetap Tekuni Pekerjaan Kelapa Sawit di Kalteng Untuk Hidupi Keluarga dan Sekolahkan Anak

52
×

Tinus Tetap Tekuni Pekerjaan Kelapa Sawit di Kalteng Untuk Hidupi Keluarga dan Sekolahkan Anak

Sebarkan artikel ini

Kalteng- Martinus Nurak ( Tinus), warga Kelahiran Desa Naibone – Kecamatan Sasitamean – Kabupaten Malaka – Provinsi NTT memutuskan menekuni pekerjaan sebagai pekerja di Kelapa Sawit di PT KMA – Kota Waringin Timur ( Kotim) -Provinsi Kalteng sebagai sumber penghasilan keluarga.

Anak mantu dari desa Rabasahain -Kecanatan Malaka Barat – Kabupaten Malaka itu memutuskan bersama istri dan kedua anaknya untuk merantau bekerja di Perkebunan Kelapa Sawit di Kalteng guna menata kehidupan ekonomi keluarga. Dari hasil kerjanya sebagai persiapan untuk menyekolahkan kedua anaknya yang saat ini masih kecil – kecil.

Tinus dan istrinya dukaruniai dua orang anak. Anak pertama seorang perempuan yang saat ini masih duduk di bangku sekolah SD kelas V dan anak keduanya laki-laki yang saat ini masih berumur 4 tahun.

” Anak saya yang pertama saat ini sekolah kelas V SD sehingga sejak dini harus tabung supaya bisa mengenyam pendidikan yang lebih baik untuk masa depan anak-anak kelak”, ujarnya disela pengangkutan kelapa sawit di Kalteng, Sabtu ( 15/10 -2022) sore ini.

Tinus mengatakan bekerja di Kelapa Sawit itu hasilnya pasti dan sebagai pekerja benar-benar dihargai Perusahaan sesuai capaian dan hasil kerja yang diperoleh setiap bulannya.

” Saya bersyukur karena sebagai operator quick truk bisa mendapatkan hasil kerja paling rendah Rp 7 – Rp 9 Juta tiap bulan. Pekerjaan saya mengangkut buah kelapa yang dipanen dari pohon dan dikeluarkan ke tempat penampungan sementara di jalan besar untuk diangkut truk ke Pabrik pengolahan”, ujarnya.

” HK kami di Perusahaan sama karena sesuai Upah Minimal Regional Provinsi Kalteng Rp 3 Juta lebih per bulan. Namun hasil lainnya saya dapatkan dari premi pengangkutan buah kelapa yang dipanen oleh pemanen. Uang premi saya bisa besar bila panenannya juga banyak karena dilakukan banyak orang sehingga kami tetap membangun kerja sama tim”, ujarnya.

” Saat ini saya bersama istri fokus kerja kumpulkan uang untuk sekolahkan anak sekaligus kumpulkan modal usaha bila satu saat sudah tidak lagi bekerja di Kebun sawit karena faktor usia”

Terkait suka duka kerja di Perusahaan Kebun Sawit Tinus mengatakan lebih banyak sukanya karena dilakukan dengan senang hati untuk masa depan keluarga.

” Setiap hari kita harus kerja karena itu aturan perusahaan. Kita dituntut disiplin kerja . Jam 6 pagi sudah apel pagi dan jam 7 sudah berada di kebun untuk memulai pekerjaan. Saya baru bisa pulang mess perusahaan kalau buah kelapa sudah diangkut semuanya ke lokasi penampungan sementara”, bebernya.

” Bekerja di Kebun Sawit harus disiplin disegala bidang. Kita tidak saja harus disiplin kerja tetapi juga harus disiplin makan dan istrahat supaya tetap sehat agar terus bekerja”, jelasnya.

Selamat bekerja Tinus. Sukses selalu bersama keluarga di Perantauan demi masa depan keluarga. ( boni )

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *