Tingkatkan Ekonomi Rakyat – Desa Lakulo – Malaka Gandeng PT Sidomuncul Budidaya Jahe Merah

Malaka (Advertorial) – Warga desa Lakulo di Kecamatan Weliman – Kabupaten Malaka – Provinsi NTT dalam TA 2020 mengalokasikan anggaran sebesar Rp 60 Juta untuk budidaya Jahe Merah bekerja sama dengan PT Sido Muncul di Solo – Provinsi Jawa Tengah.

Terobosan budi daya Jahe merah itu untuk kepentingan eksport yang difasilitasi PT Sido Muncul.

MOU antara desa dan PT Sido Muncul sudah ditandatangani dan bibit Jahe Merah sudah dikirim PT Sido Muncul dan siap ditanam dalam waktu dekat.

Hal itu disampaikan Kepada Desa Lakulo, Mikhael Seran Fahik kepada wartawan di Lakulo – Kecamatan Weliman, Selasa (7/7-2020).

Kepala Desa yang juga sebagai Koordinator Lapangan di Kabupaten Malaka itu kepada wartawan mengatakan terobosan yang dilakukan itu merupakan upaya untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat di desa Lakulo melalui budidaya komoditi Jahe Merah.

Dijelaskannya, pihaknya sudah melakukan penandatanganan
kontrak kerja sama dengan perusahaan terkait realisasi rencana dimaksud.

” Bibit disediakan perusahaan dan kita beli selanjutnya perusahaan berkewajiban membeli hasil produksi rakyat sesuai kesepakatan harga dalam kontrak”

” Kita beli bibit Jahe Merah per paket dari perusahaan seharga Rp60 Juta rupiah”

” Bibit Jahe Merah per paket dari perusahaan berisi 17 ribu pohon dengan prediksi produksi 34 ton /paket”

” Setiap pohon jahe merah diprediksi memproduksi terendah 2 kg/pohon selama 8 bulan baru dipanen. Harga jual per kg ke perusahaan Rp 60 ribu sehingga dalam 8 bulan rakyat sudah kantongi hasil Rp 2, 040 Miliyard/paket”.

” Sesuai arahan teknis dari perusahaan kita gunakan lahan seluas 20 x 100 meter untuk tanam 17 ribu pohon jahe merah”

” Perusahaan PT Sidomuncul sejak pengolahan lahan, penanaman dan perawatan tanaman memberikan pendampingan kepada petani termasuk menyediakan pupuk organik”.

” Kita akan didampingi perusahaan mulai tanam hingga pasca panen ”

” Selain desa Lakulo ada tiga desa di Weliman yang melakukan hal yang sama yakni Desa Forekmodok, Lamudur dan Wederok ikut dalam program ini. Hari ini ketiga desa itu sudah dilakukan pendropingan bibit”.

” Tujuan kita budi daya Jahe Merah ini untuk buka lapangan kerja, mengeliminir ijon dan pinjaman harian sehingga tidak mencekik masyarakat”.

” Karena komodoti Jahe Merah itu masuk komoditi eksport maka kita buat terobosan untuk membantu rakyat”

” Kita berharap budidaya Jahe Merah perdana itu bisa memberikan hasil yang optimal sehingga bisa diperluas kedepan untuk percepatan kemakmuran rakyat” (boni)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *