Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Headline

Tim Panahan Indonesia Butuh Jam Terbang, Ayo Kemenpora Perbanyak Try Out.

63
×

Tim Panahan Indonesia Butuh Jam Terbang, Ayo Kemenpora Perbanyak Try Out.

Sebarkan artikel ini

JAKARTA: Setelah lama tak mengikuti event internasional, untuk pertama kalinya setelah pandemic melandai, Tim Panahan Indonesia mendapat kesempatan untuk mengikuti kejuaraan dunia sebelum turun diajang multi event SEA Games ke-31 di Vietnam pada Mei 2022 mendatang.

Pada Kejuaraan World Archery Stage 1 tahun 2022 yang dilangsungkan tanggal 19-24 April 2022 di Antalya, Turkey, diikuti 25 negara, Indonesia menurunkan 10 atlit terdiri dari Divisi Recurve 4 putra dan 2 putri. Pada Divisi Compound terdiri dari 3 putra dan 1 putri, mereka didamping 5 pelatih, Nurfitriyana Saiman, Wahyu Hidayat, Subarno,S.Pd, Jimmy Lantang, Harmaji. Pada event ini, PB PERPANI hanya meberikan pengalaman bertanding bagi atlit sebelum turun ke SEA Games, tidak memasang target tertentu.

Pada Divisi Recurve Men Team, Indonesia menurunkan trio Olimpiade Tokyo, Riau Ega Agata Salsabila , Arif Dwi Pangestu dan Alviyanto Bagas Prastyadi. Tampil trengginas, trio arjuna Indonesia di babak 1/12 mampu menumbangkan trio Autria dengan skor 5-1. Melangkah ke babak 1/8, Indonesia kembali menunjukkan taringnya, kali ini bukan melawan tim kaleng-kaleng, juara dunia 2021 Perancis dipaksa menyerah dengan skor 6-2. Langkah trio arjuna Indonesia akhirnya kandas di tangan Belanda pada babak 1/4. Belanda menduduki ranking 3 dunia dalam kejuaraan dunia ini, cukup kerepotan menghadapi perlawanan dari tim Indonesia. Pertandingan akhirnya ditentukan melalui shoot off dengan skor 4-5.

Penampilan ciamik trio arjuna Indonesia, Riau Ega Agata Salsabila , Arif Dwi Pangestu dan Alviyanto Bagas Prastyadi, rupanya mendapat perhatian tim elit panahan dunia. Indonesia mampu mengagetkan negara-negara maju di dunia. Namun kita harus mengakui jam terbang atlit luar, mereka lebih beruntung karena lebih berpengalaman tampil diberbagai event kejuaraan dunia. Sebagai perbandingan, jika dalam setahun terdapat 4 Kejuaraan Dunia, Indonesia paling minim mengikuti event diluar selain agenda multi event. Inilah salah satu faktor, kenapa kita selalu kandas menjelang fase semi final. Catatan bagi Kemenpora dan PB PERPANI, mungkin lebih sering kita mengikuti event internasional, akan lebih bermanfaat bagi jam terbang atlit, khususnya bagi atlit muda.

Pada nomor Recurve individu penampilan Riau Ega Agata Salsabila dan Alviyanto Bagas Prastyadi terhenti di babak 1/32. Hasil ini menggambarkan untuk nomor individu, Indonesia masih membutuhkan penantian panjang untuk melahirkan the next Donald Pandiangan.

Riau satu-satunya atlit senior yang tersisa di Tim Recurve menumbangkan pemanah asal Luxemburg dengan skor 6-4, namun langkah Riau terhenti oleh Islam pemanah asal Bangladeh di babak 1/32 dengan skor 1-7 .

Demikian pula dengan Alviyanto Bagas P, mengalahkan Akpa Bedi (Pantai Gading) di babak 1/64, dan terhenti di babak 1/32 oleh Tom Hall (Britania Raya). Kedua pemanah ini mendapat nilai akhir dengan total nilai yang sama, sehingga kemenangan ditentukan lewat ShotOf. Begitu ketatnya persaingan kedua pemanah ini, sehingga hasil akhir harus ditentukan lewat dua kali ShotOf. Seru, keduanya membidik di area 9 dan 10, sehingga untuk menentukan kemenangan anak panah yang nilainya 10 diukur dari center, hasilnya Bagas harus mengakui keunggulan lawan dengan selisih beberapa milimeter dari jarak center.

Di nomor Revurve putri, Rezza Octavia dara Bojonegoro asal Papua, mampu menjawab kepercayaan PB PERPANI, menggantikan peran Deananda yang absen kali ini. Penuh percaya diri, peraih medali perak PON Papua, tanpa ampun menumbangkan atlit Slovenia dengan skor 6-0 di babak 1/32. Melaju ke babak 1/32, Reza sudah ditunggu pemanah papan atas asal Spanyol, skor berakhir 6-4 untuk Rezza. Langkah Rezza makin terjang karena di babak 1/8 pemanah Itali yang kini menduduki ranking 2 sudah menunggu. Anak asuh Coach Nurfitriyana menjawab tantangan itali dan menang dengan skor 6-4. Sayangnya langkah Rezza kandas di pemanah Britania Raya, Pitman Bryony dengan skore 2-6.

“Sebagai penanggung jawab, tentunya saya senang dan bangga, karena atlit bermain lepas dan menikmati setiap pertandingan. Mereka menunjukkan performance yang baik, diluar apa yang kita bayangkan. Hasil ini akan kita evaluasi di Jakarta, sambil mempersiapkan diri menuju SEA Games. Kita masih ada waktu untuk mempertajam akurasi dan ketenangan (mental) bertanding, harapan kami target yang dibebankan pemerintah kepada PERPANI, insya Allah bisa tercapai jika melihat tekad dan kesungguhan dari anak-anak,” tutur Manejer Timnas Ary Koeswiranto melalui sambungan selularnya.

Penampilan dua atlit muda Pande Putu Gina Putri Arista (16 thn) dan Lisnawanto Putra Aditya (17 thn) belum terlihat tapi jika diberikan kesempatan kita optimis, mereka atlit yang kita persiapkan sebagai pelapis. Target mereka bukan sekarang, nanti Olimpiade Perancis,lanjut Ary.

Pada gelaran SEA Games Manila 2019, Tim Panahan Indonesia berhasil menoreh 2 emas yang diperoleh dari Tim Recurve Putra yang diperkuat, Riau Ega, Hendra Purnama, Arif Dwi Pangestu, dan Individu Recurve Putra disabet Hendra Purnama. Saat itu target yang diberikan kepada PB PERPANI 2 medali emas dan tuntas ditunaikan oleh Riau Ega dkk. ( fw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *