Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
HeadlineLintas Provinsi

Tidak Ada Lagi Siswa Terlantar Akibat SPP dengan Kebijakan Ansar Ahmad

335
×

Tidak Ada Lagi Siswa Terlantar Akibat SPP dengan Kebijakan Ansar Ahmad

Sebarkan artikel ini

Radarmalaka.com, Tanjungpinang – Gubernur Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad, baru-baru ini mengumumkan bahwa Pemerintah Provinsi Kepri memiliki kewenangan untuk menangani Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), serta Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri dan juga mendukung sekolah-sekolah swasta.

Namun, untuk jenjang pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) menjadi kewajiban atau tupoksi kabupaten dan kota, selain Sekolah Dasar (SD).

Dalam konteks ini, Ansar juga mengumumkan program SPP dan seragam gratis untuk siswa SMA, SMK, dan SLB negeri di Kepri. Namun, Ansar menjelaskan bahwa seragam hanya akan diberikan dua stel awal karena harus diberikan dalam jumlah yang banyak untuk 7 kabupaten kota di Kepri.

Untuk Madrasah Aliyah Negeri (MAN), Ansar juga menyampaikan rencana gratis untuk SPP pada bulan Januari. Namun, karena MAN di bawah naungan Kementerian Agama, rencana ini masih harus diperhatikan aturannya.

Ansar juga menambahkan bahwa sekolah swasta juga akan diberikan insentif bagi guru-gurunya agar tetap eksis. Program gratis SPP ini akan mulai berlaku pada bulan Juli 2024 untuk siswa SMA, SMK, dan SLB negeri.

Menurut Ansar, program ini dilakukan untuk mencegah siswa menengah atas yang tidak memiliki uang untuk membayar SPP sehingga ijazah dilematis di tangan sekolah.

Dia mengatakan bahwa orang tua siswa mengeluh bahwa ijazah anak-anak mereka ditahan karena biaya SPP masih belum lunas, sementara anak mereka harus menempuh ujian. Bahkan, mereka harus mencari uang terlebih dahulu untuk melunasi SPP tersebut.

“Oleh karena itu, kebijakan pemberian SPP gratis ini diharapkan dapat membantu meringankan beban orang tua dan siswa di Kepri,” tutur Ansar, di Kedai Kopi Batu 10, pada Selasa, 18 Juni 2024.

Editor: Budi Adriansyah