Tersangka Persetubuhan Anak Dibawah Umur di Desa Fafoe – Malbar Diamankan Polisi

Jajaran Kepolisian Sektor Malaka Barat melakukan penangkapan dan mengamankan tersangka Hendrikus Luan alias Uku Luan (67tahun) warga dusun Fukalaran -Desa Fafoe – Kecamatan Malaka Barat yang diduga kuat telah melakukan persetubuhan anak dibawah umur yang dilakukan secara berulang-ulang hingga korban hamil dan melahirkan anak.

Kasus itu sudah dilaporkan pihak korban didampingi keluarga di Polsek Malaka Barat, Sabtu, 06 Maret 2021 pukul 08.30 wita

Kasus Persetubuhan Terhadap Anak tersebut melanggar Pasal 81 ayat(1) UU RI No 17 tahun 2016 tentang Penetapan peraturan Pemerintah Pengganti undang-undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan Anak Jo pasal 76D UU RI Nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan Anak Jo pasal 65 Ayat(1) KUHP

Tersangka sudah di amankan di Polsek Malaka Barat dipimpin langsung Kapolsek Malaka Barat.

Hal itu disampaikan Kapolres Malaka melalui Kapolsek Malaka Barat, IPTU I WAYAN BUDIASA, SH kepada wartawan di Besikama, Sabtu (6/3-2021)

Kapolsek I Wayan mengatakan terhadap laporan itu pihaknya sudah memeriksa korban OOS (15 tahun) dan dua orang saksi korban lainnya yakni FH dan GS.

Kapolsek menjelaskan kronologis kejadian:lnya berdasarkan keterangan Pelapor bahwa benar sekitar bulan Mei Tahun 2020, bertempat di Dusun Katara B,Desa Fafoe,Kec Malaka Barat telah terjadi tindak Pidana Persetubuhan terhadap Anak( korban OOS) yang di lakukan oleh terlapor atas nama Hendrikus Luan Alias Uku Luan.

” Terlapor melakukan Persetubuhan terhadap Korban secara berulang kali sehingga menyebabkan Korban tersebut hamil/mengandung dan pada hari Jumaat tanggal 05 Maret 2021 sekitar pukul 08.00 wita Korban melahirkan seorang bayi dengan jenis kelamin laki-laki. Atas kejadian tersebut pelapor datang ke Pos Pelayanan Polsek Malaka Barat guna melaporkan kejadian tersebut”

Kapolsek dalam kesempatan yang sama menghimbau bahwa kejatanan itu terjadi karena adanya niat dan kesempatan, agar keluarga lebih berhati – hati terhadap anak – anak terutama kepada orang – orang terdekat, sebab banyak kejadian justru pelakunya orang – orang dekat. ( sergy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *