Terinspirasi Program RPM Usungan Bupati SBS – Petani Avirgo Kembangkan Aneka Sayuran Organik di Malaka Barat

Malaka- Gebrakan yang dilakukan Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran melalui Program RPM ternyata menjadi inspirasi bagi petani Malaka untuk menata usahanya dibidang pertanian.

Usai menikmati pengolahan tanah secara gratis melalui program RPM petani yang satu ini terinspirasi untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan seluas 1,2 hektar yang dikelola untuk dilakukan penanaman hasi pertanian.

Seperti biasa setiap tahun lahan ini ditanami jagung musim pertama dan kedua . Setelah itu lahannya tidak lagi dimanfaatkan padahal lahannya sangat subur dan bila dioptimalkan pemanfaatannya bisa meningkatkan pendapatan dari sektor pertanian.

Melalui hasil kajian dan pengalaman bertani selama ini, Gabriel Avirgo yang kesehariannya dipanggil Avit mulai meniti usahanya untuk menanam komoditi RPM termasuk pengembangan hortikultura berupa sayur-sayuran non kimiawi.

“Kenapa sayur-sayuran non kimiawi? Ini segmen usaha baru menyiapkan sayur-sayuran layak konsumsi yang bebas bahan kimia agar tidak berdampak buruk bagi kesehatan orang yang mengkonsumsi sayur-sayuran yang ditanam”, ujar petani Avirgo saat ditemui di lokasi usahanya di Lafaek Maten, Desa Raimataus -Kecamatan Malaka Barat, Sabtu (10/8-2019).

Dikatakannya, lahan seluas 1,2 hektar yang dikelola selama ini dalam beberapa tahun terakhir hanya ditanami jagung dan setelah panen tidak ditanami lagi menunggu musim tanam tahun berikutnya.

“Setelah berdiskusi dengan Mantan Kepala BPP Malaka Barat, Bapak Willy Dua saya ubah strategi dengan mengoptimalkan pemanfaatan lahan yang ada untuk membangun usaha pertanian. Alhasil, saat ini kebun tidak hanya untuk tanam jagung tetapi juga untuk menanam aneka sayuran”

“Dalam konsep penataan yang dibangun lahan yang ada perlu ditanami dengan komoditi RPM sesuai anjuran tim pakar RPM yakni pisang. Saya tanam secara baris pisang kapok sebagai tanaman pokok dan dipinggir kebun ditanami juga dengan pisang luan dan pisang mas karena selain untuk konsumsi keluarga juga sangat diminati pembeli”

“Pada lahan yang sama kita kembangkan tanaman hortikultura berupa aneka sayuran dan usaha ini kita rintis kecil-kecilan sejak tiga tahun silam. Selain persoalan tenaga kerja dan dana yang terbatas kita lakukan aneka percobaan sambil menata pemasaran”.

“Komoditi sayuran yang ditanam adalah kangkung, sayur putih, bawang merah RPM, bawang bombai, paria, kacang panjang, mentimun, tomat, pepaya,lombok dan jagung manis”.

“Banyaknya jenis sayuran yang ditanam itu karena sesuai permintaan dan kebutuhan pembeli. Selama ini kita layani pembeli dari Betun, Pasar Loro-Loron Besikama serta melayani pesanan untuk kebutuhan pesta atau keluarga yang membutuhkan”

“Ini usaha kekuarga dan kami sangat yakin apa yang dijalankan saat ini bisa menambah penghasilan keluarga termasuk bahan konsumsi keluarga setiap hari”

” Sayuran yang siap panen saat ini kangkung darat sebanyak 34 bedengan, sayur putih 5 pematang dan bawang bombay. Sementara itu untuk jenis tanaman lainnya dalam proses penanaman dan persiapan lahannya”

“Kita ada kalender tanamnya sehingga bisa diserap pasar saat dijual”

” Pekerjaan terberat selama ini yang dialami yakni penyiraman karena terkait keterbatasan tenaga kerja. Untuk mengatasi hal itu kami sudah membuat bak penampungan air dengan daya tampung 8000 liter air dilengkapi sebuah sumur gali sehingga saat penyiraman bisa dilakukan dengan selang dan hanya dikerjakan dua orang”

“Untuk pengolahan lahan kami sewa traktor dan untuk pembedengannya kita sewa Cultivator termasuk sewa mesin penyedot air ke bak penampung. Namanya juga usaha baru sehingga harus disiapkan secara bertahap sesuai ketersediaan anggaran. Bagi kami, yang terpenting saat ini kami mulai dikenal pembeli yang bisa membeli secara grosir untuk dijual lagi sehingga usaha baru yang dibangun ini bisa berkesinambungan”

Ketika ditanya tentang resep dan tips penataan usaha barunya itu Avirgo mengatakan yang penting ada niat dan kemauan untuk berusaha pasti ada jalan dan hasil untuk keluarga.

“Selama ini pemerintah sudah berusaha membantu rakyat melalui program RPM tetapi rakyat harus ada niat untuk bekerja dan membangun usahanya agar bisa mandiri”

Ketika ditanya terkait program RPM yang digalakkan Bupati SBS , Avirgo mengatakan sangat luar biasa Bupati Malaka karena bisa menciptakan program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan pangan rakyat.

“Selama hidup saya baru lihat dan dengar seorang Bupati mau kerja kebun untuk rakyatnya sendiri. Hebat sekali Bupati SBS karena sangat peka dengan kebutuhan dasar rakyatnya.
Bagi saya program RPM yang diprakarsai Bupati SBS merupakan wujud konkrit kecintaan seorang kepala daerah kepada rakyatnya. Hal itu bisa saya lihat dalam diri Bupati Malaka”

“Saya berharap Bupati SBS masih berkenan kembali mencalonkan diri dalam pilkada Bupati tahun depan karena sentuhan tangan dingin beliau masih sangat dibutuhkan rakyat Malaka melalui kepemimpinannya di periode kedua memimpin Malaka” (boni)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *