Solusi Atasi Kelangkaan Air Irigasi Warga Tiga Desa di Malaka Barat Minta Tanam Jagung dan Palawija Pada MT 2

” Pemerintah Melalui Dinas PUPR Harus Tutup Saluran Irigasi di Lakulo Kakeuktuik – Desa Lakulo – Kecamatan Weliman – Malaka Per 1 Juni ” (Kades Rabasa Haerain – Malaka Barat)

Pemerintah Kabupaten Malaka melalui Dinas PUPR Kabupaten Malaka diminta menutup saluran irigasi yang bersumber dari DAS Benenai Malaka pada titik Pintu Air Lakulo Kakeuktuik dan titik pintu air Haslaran di desa Lakulo – Kecamatan Weliman guna penanaman Jagung MT 2 pada lahan pertanian sawah milik warga tiga desa di Malaka Barat yakni Rabasa, Rabasa Haerain dan Loofoun.

Penutupan Saluran Pintu Air di Lakulo Kakeuktuik itu dimaksudkan agar warga bisa menanam jagung pada lahan sawah yang dimiliki pada MT 2 tahun ini sebagai solusi mengatasi kelangkaan air irigasi untuk persawahan MT 2 pada tiga desa diatas.

Dalam tiga tahun terakhir sejak tahun 2017 Warga tiga desa diatas tidak bisa tanam padi karena kekurangan air irigasi pada MT2 sehingga harus dialihkan fungsi lahan persawahan untuk tanam jagung agar lahan yang dimiliki bisa bermanfaat bagi rakyat.

Kepala Desa Haerain, Maria Immaculata Seuk kepada wartawan di Haerain, Rabu (3/6-2020) meminta agar penanaman MT 2 pada 56 ha lahan persawahan yang dimiliki warganya supaya dialihkan fungsi lahan itu untuk tanam jagung MT 2 dan hortikultura.

” Sejak tahun 2017 warga desa Rabasa Haerain tidak tanam padi MT2 karena kekurangan pasokan air irigasi dari Bendung Benenai”

” Kita minta penutupan Pintu Air di Lakulo Kakeuktuik itu bisa dilakukan per tanggal 1 Juni bulan depan guna merealisasi rencana diatas”

Pj Kepala Desa Rabasa, Agustinus Nahak kepada wartawan mengatakan hal senada.

” Sudah tiga tahun terakhir rakyat di desa Rabasa tidak tanam padi MT2 karena kekurangan pasokan air irigasi lantaran menurunnya debit air di Kali Benenai”

” Kalau memang debit airnya kurang untuk tanaman padi sebaiknya lahan persawahan itu dialihfungsikan untuk tanam jagung atau palawija pada MT2 sehingga lahan sawah milik warga seluas kurang lebih 50 ha itu dimanfaatkan pada MT2″

” Selama ini rakyat ragu-ragu untuk tanam jagung pada MT2 karena dikawatirkan jagungnya sementara berproduksi dan airnya dilepas dari pintu air Lakulo Kakeuktuik akan menghancurkan dan merusak tanaman warga karena terendam air”

” Karena urusan pintu air ini pengelolaannya lintas sektor antara dinas PU, Dinas Pertanian dan Balai Wilayah Sungai maka diperlukan koordinasi untuk pengaturannya di lapangan”

” Kita minta ketiga dinas teknis diatas turun ke desa sosialisasi ke,rakyat terkait rencana diatas didampingi Mantri Tani dan PPL Desa”

Warga desa Loofoun, Bruno kepada wartawan mengatakan khusus untuk hamparan Loofoun luas lahannya kurang lebih 40 ha dan saat ini padi MT 1 sementara berproduksi.

” Kalau mau alihkan fungsi lahan untuk tanam jagung pada MT 2 itu termasuk solusi untuk mengatasi kekurangan air irigasi pada MT2″

” Untuk hamparan Loofoun penutupan saluran air irigasinya di dekat SD Haslaran – Lakulo”

” Bila tanggal 1 Juni pintu airnya mau ditutup bisa karena padi MT 1 siap panen. Setelah panen petani langsung menyiapkan lahannya untuk tanam jagung atau kacang-kacangan”

” Bila mau direalisasi rencana diatas supaya dilakukan sosialisasi kepada petani dan melibatkan desa penerima manfaat serta dinas teknis terkait termasuk PPL dan mantri tani” (boni)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *