SMAN Bateti – Malaka Siap Implementasikan Tatanan Baru di Sekolah Dengan Sistim Pembelajaran Silang

SMAN Bateti di Kecamatan Malaka Barat -.Kabupaten Malaka – Provinsi NTT siap mengimplementasikan tatanan baru di Sekolah dengan menerapkan Protocol Covid 19.

Sekolah sudah menyiapkan berbagai sarana dan prasarana pendukung di sekolah terkait penerapan protokol Covid 19 dengan cara menyiapkan masker bagi siswa dan guru serta pegawai, menyiapkan alat pengukur suhu tubuh, tempat cuci tangan.

Sekolah juga sudah menyiapkan siswa dalam penerapan tatanan baru itu melalui sosialisasi dan latihan-.latihan bersama para siswa di Sekolah.

Hal itu disampaikan Kepala Sekolah SMAN Bateti, Donatus Nahak, SPd saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (28/7-2020).

Dikatakannya, berbagai persiapan sudah dilakukan disekolah terkait penerapan norma baru di sekolah.

” Hari ini kita memasuki hari kedua latihan pembelajaran bagi siswa yang dilakukan di sekolah. Tahap awal kita sosialisasi tentang penerapan norma baru itu dilanjutkan dengan latihan peragaan yang melibatkan siswa dan guru”

” Latihan yang dilakukan mulai dari siswa memasuki halaman sekolah, lalu diperiksa suhu tubuhnya, cuci tangan, lalu ke tempat apel berdiri pada titik yang sudah ditentukan dengan tetap memperhatikan jarak”


” Setelah apel siswa dilatih untuk teratur memasuki ruang kelas secara bergiliran dengan tetap mempertahankan jaga jarak termasuk saat pulang sekolah hingga keluar dari gerbang sekolah”
” Dari sosialisasi dan latihan yang digelar kita sangat optimis proses pembelajaran di sekolah bisa terapkan tatanan baru yang sudah dibangun”

” Terkait Proses pembelajaran menggunakan sistem silang dimana siswa kelas I hingga III masuk sekolah untuk tatap muka sesuai jadwal yang ditetapkan secara bergantian setiap dua hari”

” Kita tetapkan untuk siswa kelas X pembelajaran tatap mukanya digelar pada, hari Senin dan Selasa,kemudian kelas dua atau kelas sebelas di hari ketiga dan keempat,dan kelas tiga atau kelas dua belas itu di hari kelima dan keenam”.

” Sesuai surat edaran Dinas Pendidikan Provinsi kegiatan proses belajar mengajar setiap harinya dilakukan selama enam jam di era New norms”

” Setiap mata pelajaran maksimal hanya dua jam (90 menit) Setiap hari menyesuaikan dengan jumlah jam . Jadi kalau mata pelajaran yang angka kreditnya dua jam berarti satu hari tiga mata pelajaran. Kalau mata pelajaran yang angka kreditnya tiga jam berarti satu hari dua mata pelajaran saja”

“Setiap ruang kelas maksimal hanya diisi delapan belas siswa , tidak boleh lebih dari jumlah itu. Kurang dari jumlah itu diperbolehkan”

” Khususnya untuk mata pelajaran non nasional atau mata pelajaran lokal kita ikuti perintah sesuai
Surat edaran dari Dinas Pendidikan Provinsi yakni dilakukan dengan cara belajar mandiri di rumah sesuai penugasan guru bidang studi”

” Pelajaran tatap muka hanya untuk pelajaran nasional seperti mata pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika dan sama peminatan”

” Peminatan untuk jurusan IPA terdiri dari pelajaran Fisika,Kimia, Biologi , kemudian Jurusan IPS terdiri dari pelajaran Ekonomi, Geografi dan sosialogi”

” Untuk mata pelajaran non nas materinya disiapkan guru dan siswa belajar dari rumah selama empat hari tidak tatap muka di sekolah tetapi tetap dalam pantauan guru bidang studi”

” Guru bisa menyampaikan materi untuk dipelajari saat siswa berada dirumah termasuk penugasan yang harus dikerjakan siswa untuk dikumpulkan saat dapat giliran tatap muka di sekolah” (dian )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *