Sisi Lain ETMC 2019 Malaka – Naluri Seorang Dokter, Tak Biarkan Pemain Meringis Kesakitan

Malaka – Pertandingan El Tari Memorial Cup 2019 sudah hampir memasuki fase-fase akhir. Sejak dibuka Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat, 5 Juli 2019 lalu, Kabupaten Malaka menyedot ribuan pengunjung dan penonton di setiap pertandingan baik di Lapangan Umum Betun, Lapangan Misi Paroki Besikama maupun Stadion Malaka di Kobalima.

Banyak yang berdecak kagum dan antusias melihat betapa riuhnya, semangatnya para suporter mendukung tim kesayangannya. Tak terkecuali, para Kepala Daerah meluangkan waktunya untuk datang dan duduk di tribun utama menyaksikan langsung para pahlawan lapangan hijau membela tanah tumpah darahnya.

“Malaka seakan magnet yang menarik kami untuk hadir dan melihat serta merasakan langsung euforia sepak bola yang sesungguhnya,” ujar seorang Ultras Mania Ende saat pertandingan terakhir babak 8 besar melawan Perss Soe.

Namun, di balik semua itu ada sisi lain yang tak kalah menarik.
Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran yang sejak pembukaan hingga final menonton secara langsung setiap pertandingan, selalu hadir memberikan semangat kepada semua tim tanpa terkecuali, termasuk Malaka.

Sebelum pertandingan, Bupati Stef selaku Ketua Harian Asprov PSSI NTT menghimbau agar para pemain menjunjung tinggi nilai sportivitas dan fair play termasuk berlaku sopan untuk wasit yang memimpin pertandingan. Dirinya juga selalu menghimbau agar pemain saling menghormati di dalam lapangan maupun di luar lapangan.

Tak jarang, Bupati Stef pun memberikan pertolongan pertama kepada pemain yang terjatuh di dalam lapangan ataupun yang ditandu keluar lapangan pertandingan. Dirinya tak tanggung-tanggung turun dari tribun kehormatan untuk memberikan bantuan.

Ketika ditanya, apa yang membuat dirinya harus melakukan seperti ini, dokter Stef menyebut bahwa nalurinya sebagai seorang dokter senior.

“Naluri seorang dokter yang memanggil saya untuk menolong setiap pasien yang ada di depan. Sehingga saya tak segan-segan memberikan pertolongan pada saat itu juga, ketika pemain meringis kesakitan,” kata dokter Stef yang mantan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT selama 13 tahun ini.

Dokter Stef pun mengatakan, sudah beberapa kali sejak pertandingan di ETMC 2019 Malaka ini, melakukan hal yang sama.

“Bagi saya, ajang ETMC Malaka 2019 ini harus jadi yang terbaik sehingga penyelenggaraan ini terus dikenang hingga beberapa tahun ke depan,” katanya. (herryklau)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *