Sisi Lain ETMC 2019 Malaka – Bola Itu Misteri dan Tinggi Daya Magisnya

Pertandingan sepak bola El Tari Memorial Cup 2019 Malaka sudah memasuki fase 4 besar alias semifinal yang mempertemukan empat tim elit. PS Malaka mewakili Pulau Timor, Persedaya Sumba Barat Daya mewakili Pulau Sumba, Perse Ende dan Persamba Manggarai Barat mewakili Pulau Flores.

Hari ini, Senin 22 Juli 2019 empat tim ini akan berjibaku dan menjajal kemampuan masing-masing dengan taktik dan strategi yang mumpuni sehingga bisa meraih tempat terhormat dan menggenggam trophy bergengsi di Nusa Tenggara Timur ini. Lapangan Umum Betun dengan ribuan pasang mata akan menjadi saksi, siapa yang menjadi pemenang yang nantinya melangkahkan kaki menginjak tempat utama, Final.

Sedikit catatan, ketika suhu memanas di partai terakhir babak KO antara Persab Belu vs Persedaya dan Persamba Manggarai Barat vs Perseftim Flores Timur, pemain dan official dengan tensi tinggi berharap meraih kemenangan. Tak jarang umpatan dan teriakan menghiasi bench pemain kedua kesebelasan. Sesuatu yang lumrah dan wajar dalam sepak bola.

Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran sepanjang pertandingan El Tari Memorial Cup tak henti-hentinya menyerukan lewat pengeras suara agar menampilkan permainan indah, santun di lapangan terhadap pemain, terhadap wasit dan junjung tinggi spotivitas dan fair play.

Ungkapan yang sering terlontar dari mulut Ketua Harian Asprov PSSI NTT ini adalah Bola Itu Misteri.

“Bola itu misteri, penuh tanda tanya, punya daya magis yang tinggi dan menghipnotis siapa saja sehingga membuat orang bisa tertawa, bersorak dan bergembira. Tapi tak jarang bola membuat orang menangis, sedih dan terdiam,” ungkapnya.

Menurut Dokter Stef, selain misteri, bola yang bulat itu membuat orang melihat dari segala sisi.

“Bola yang beratnya 16 ons itu bisa dilihat dari berbagai sisi, sehingga menyentuh segala aspek kehidupan manusia. Sisi baik dan buruk pun akan terlihat melalui bola. Emosional, kejujuran, kesantunan, solidaritas, kemenangan dan kekalahan semuanya tertumpah jadi satu di lapangan karena bola yang bulat ini,” katanya lagi.

Oleh karenanya, menurut orang nomor satu di Malaka ini, dalam sepak bola hanya ada kata menang dan kalah pada fase tertentu.

“Yang namanya pertandingan sepak bola ada kalah dan menang. Sesuatu yang wajar dan terlihat kasat mata. Yang paling hakiki adalah kedua tim bisa menampilkan permainan terbaiknya dan mampu menghibur penonton dan suporternya,” katanya lagi.

Bupati Malaka pun sangat sering turun dari tribun kehormatan dan memberikan semangat kepada kedua kesebelasan, sehingga bertanding sampai wasit meniupkan pluit panjang.

Dan hari ini, dari 21 tim yang berlaga hanya menyisakan 4 tim yang salah satunya akan tampil sebagai Sang Jawara.

Bupati Malaka , Stefanus Bria Seran berharap 4 tim semifinalis ini menampilkan permainan terindah dan mempertontonkan kebolehan dengan mengerahkan seluruh kemampuan terbaiknya di atas lapangan hijau.

“Buatlah misteri bola itu terpecahkan, hipnotislah penonton dengan daya magis yang tinggi dan jadikan turnamen ini yang terbaik dalam persepakbolaan di NTT. Yakinlah masyarakat akan terhibur dengan permainan yang menarik,” pungkasnya.

Selamat bertanding, selamat berkompetisi, pastikan El Tari Memorial Cup 2019 di Malaka yang terbaik saat ini. (herryklau)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *