Siprianus Hormat Resmi Jadi Uskup Ruteng

Siprianus Hormat, Pr resmi menjadi Uskup Ruteng melalui misa Pentabisan Uskup yang digelar di Gereja Katedral Ruteng – Provinsi NTT, Kamis (19/3-2020)

Upacara misa Pentahbisan Uskup dipimpin Kardinal Suharyo dan diikuti sejumlah Uskup dan biarawan serta biarawati.

Pantauan media ini sejak pagi tadi pukul 8.30 Wita para imam , Para Uskup dan Kardinal berada di halaman luar Katedral Ruteng berarak bersama Calon Uskup, Siprianus Hormat, Pr.

Kurang lebih Pukul 9.00 Wita misa Pentahbisan digelar dipimpin Kardinal Suharyo diawali pembacaan Surat Keputusan dari Paus di Vatican dilanjutkan dengan upacara pentahbisan Uskup.

Mgr Siprianus Hormat , Pr dalam motto tahbisannya mengusung motto Omnia In caritate –  Lakukanlah Segala Pekerjaanmu Dalam Kasih ( 1 Korintus 16:14)

Mgr Siprianus Hormat , Pr akan memimpin di wilayah kerjanya 85 Paroki dan 1 Pra Paroki dengan total jumlah umat sebanyak 811.296 Jiwa

Misa tahbisan Uskup Ruteng, Mgr. Siprianus Hormat Pr berlangsung hikmat dan meriah dipenuhi umat serta tamu undangan meski sempat muncul berita bahwa acara itu dibatalkan demi mencegah penyebaran virus corona (Covid-19).

Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran, Ibu Ketua dan Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Malaka serta beberapa Kepala Perangkat Daerah  tampak hadir memenuhi undangan Panitia Pentahbisan Uskup Ruteng  dan mengikuti misa Pentahbisan Uskup  yang dipimpin Kardinal.

Disaksikan media ini, umat tetap memenuhi bangku-bangku dalam Gereja bahkan diluar gereja yang disediakan Panitia penuh.

Sebelumnya, media Kumparan.com menyebut Misa itu batal dilakukan demi mencegah virus corona.

Media itu melaporkan bahwa acara yang ditargetkan dihadiri 7.000 orang itu batal setelah ada surat dari Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Letjen TNI Doni Monardo ke Kardinal Ignatius Suharyo.

Doni disebut meminta agar acara pentahbisan itu dibatalkan demi alasan kemanusiaan. Pasalnya pertemuan orang dalam jumlah banyak tersebut dapat berpotensi jadi tempat menyebarkan virus corona.

“Korban akibat COVID-19 terus berjatuhan. Penyebabnya bukan dari orang yang sedang dirawat di rumah sakit, tetapi oleh orang yang sehat namun dia sudah sebagai carrier, sebagai pembawa COVID-19,” tulis Doni dalam suratnya (boni)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *