Seminar Pencerahan Tentang Migran Perantau

Pasca Keuskupan Atambua menjadi tuan rumah untuk Pertemuan Pastoral (Perpas) Regio Nusra ke XI 2019, bulan Juli lalu, kini dalam momen rekoleksi umum para agen pastoral Keuskupan Atambua, (Senin-Rabu 9-10/9/2019), bertempat di Aula utama SVD Timor-Nenuk, hadir Dr. Norbert Jegalus, MA, tokoh awam Katolik, untuk memberikan pencerahan tentang masalah martabat pribadi manusia dalam migrasi illegal dan human trafficking.

Seminar pencerahan ini dihadiri oleh Uskup Atambua, Mgr. Dr. Dominikus Saku, Pr, para Imam, Diakon, Frater, Bruder dan tokoh-tokoh awam, perwakilan dari paroki-paroki.

Sedianya seminar pencerahan ini merupakan bagian tak terpisahkan dari rekoleksi umum para agen pastoral Keuskupan Atambua dan lebih dari itu sebagai tindak lanjut secara kolegialitas para agen pastoral Keuskupan Atambua dalam menyikapi kenyataan migrasi illegal dan human trafficking yang kian maraknya di paroki-paroki.

Dalam seminar pencerahan, Dr. Norbert Jegalus, MA dengan tegas menyatakan fokus pastoral Gereja bahwa sejak 53 tahun lalu, Konsili Vatikan II, telah mengubah pola perhatian pastoral dari cura animarum menuju cura hominum. Setiap agen pastoral dalam semangat Konsili Vatikan II tidak hanya memberikan perhatian terhadap perkembangan iman umat (cura animarum) tetapi harus terpanggil untuk memberi perhatian terhadap martabat manusia seutuhnya (cura hominum),” pungkas dosen senior Fakultas Filsafat Unwira Kupang ini.

Ia menambahkan bahwa perhatian terhadap martabat manusia dalam diskursus filsafat pun menimbulkan persoalan. Ada pemahaman yang keliru tentang martabat. Pada umumnya martabat diartikan sebatas sebagai sesuatu yang dinilai atau ditentukan dari luar bukan melekat dalam diri manusia itu sendiri. Apa yang dikatakan oleh Immanuel Kant tentang otonom yakni setiap pribadi berdiri sendiri, toh tetap menimbulkan persoalan. Ini berarti diskursus tentang martabat menimbulkan persoalan dari dalam dirinya sendiri.

Dalam kaitannya dengan tindakan pastoral, Gereja menyikapi masalah migran perantau dan human trafficking, Norbert Jegalus menawarkan lima tindakan Gereja seturut Ajaran Sosial Gereja, menyikapi persoalan martabat manusia yang timbul dari kenyataan migran perantau illegal dan human trafficking, yakni tindakan moral, tindakan karitatif, tindakan solider, tindakan profetis kritis dan tindakan politis.

Ketika ditanya terkait dengan solusi praktis menyikapi persoalan degradasi martabat manusia yang timbul dari kenyataan migrasi illegal dan human trafficking, ia menegaskan bahwa pertama-tama kita harus tahu solusi terhadap sebuah masalah mengandaikan pikiran dan analisis yang logis untuk menghasilkan putusan yang logis. Karena itu kita dalam Keuskupan Atambua ini, perlu membangun mitra kerja pada berbagai level dan berbagai tingkatan untuk menyelesaikan masalah ini. (Diakon Yudel Neno).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *