SBS Tetap Lanjutkan dan Mantapkan Program Pro Rakyat Jika Terpilih Jadi Bupati Malaka

Malaka – Bakal Calon Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran tetap melanjutkan dan memantapkan program-program pro rakyat jika terpilih kembali menjadi Bupati Malaka dalam pilkada tahun 2020 mendatang.

SBS tetap mengusung Visi dan misi memantapkan fondasi yang kokoh dan dinamis untuk kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.

Hal itu disampaikan bakal calon Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran menjawab pertanyaan wartawan disela pendaftaran dirinya sebagai bakal calon Bupati Malaka di Sekretariat PDI Perjuangan di Betun, Jumat (20/9-2019).

Dikatakannya, SBS tetap mengusung berbagai program pro rakyat seperti pertanian, Pembangunan Infrastruktur, Kesehatan, Pendidikan/SDM dan Air bersih serta pariwisata.

” Kalau jalan raya yang belum dibangun tetap dilanjutkan pembangunannya. Dibidang kesehatan bila ada puskesmas yang belum dibangun tetap dilanjutkan pembangunannya termasuk ketersediaan SDM dibidang kesehatan serta di bidang lainnya”

SBS yang saat ini masih menjabat Bupati Malaka itu dalam kesempatan itu mengatakan selama masa kepemimpinannya masih terdapat berbagai kekurangan sehingga perlu disempurnakan lagi dimasa mendatang.

” Didunia ini tidak ada sesuatu yang sempurna . Kalau ada kandidat yang mengatakan bahwa dirinya bisa bikin yang sempurna itu hanya bohong”.

“Di dunia ini segala sesuatu yang dijalankan tidak langsung sempurna. Hal
yang sudah baguspun masih saja ada kekurangan sehingga harus disempurnakan.
Makanya kepemimpinan itu sifatnya berkesinambungan dan tidak ada jalan buntu”.

” Ada yang melihat apa yang dilakukan sampai saat ini dari kaca mata negatifnya saja . Saya minta supaya fair silahkan bandingkan dengan daerah pemekaran lainnya”

” Bung Karno yang memproklamirkan kemerdekaan RI sejak 17/8 -1945 saja hingga saat ini negara kita belum sempurna dan harus ada perbaikan dan penyempurnaan dari waktu ke waktu”

” Appolo saja baru sampai di Bulan pada Appolo ke 11. Lalu pertanyaannya Appolo 1-10 itu ada dimana saja?

“Itu contoh konkrit bahwa
segala sesuatunya itu membutuhkan proses dan ongkos belajar karena untuk memulai sesuatu itu membutuhkan proses ”

” Apalagi kami bupati perdana. Ibaratnya membangun rumah tangga baru sehingga dalam semua hal penuh dengan keterbatasan, namun kami tetap memiliki niat baik untuk membangun”. (boni)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *