SBS : Jangan Plintir Pernyataan Gubernur NTT Soal Penerapan Protokol Covid 19 – Gubernur NTT Tidak Tantang WHO

Bupati Malaka meminta supaya jangan plintir pernyataan Gubernur NTT terkait penerapan protocol Covid 19 sesuai standart yang dikeluarkan WHO seperti yang diungkapkan dalam ratas bersama Kepala Daerah melalui Vicon beberapa waktu lalu.

Gubernur NTT tidak menantang WHO tetapi justru Gubernur meminta supaya pejabat di daerah harus cerdas dan berani membuat keputusan sesuai kondisi diwilayahnya masing-masing.

Jadi Gubernur bukan menantang protokol Covid tetapi justru Gubernur mengingatkan supaya kita punya kecerdasan dan inovasi untuk menyesuaikan protokol Covid WHO itu untuk daerah kita mana yang cocok diterapkan.

Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran mengatakan hal itu kepada wartawan di kediaman Haitimuk – Kabupaten Malaka – Provinsi NTT, Minggu (31/5-2020)

Bupati Malaka mengatakan dalam kesempatan ratas bersama seluruh kepala daerah justru gubernur mengingatkan peserta rapat supaya membaca standart WHO dan disesuaikan dengan kondisi riil di masing-masing wilayah.

” Jadi tidak boleh telan bulat-bulat pernyataan Gubernur menantang protokol Covid yang dikeluarkan WHO itu”.

” Banyak yang salah tafsir dan salah menterjemahkan di lapangan sehingga perlu diluruskan supaya tidak salah kaprah” .

” Jadi isu yang bilang gubernur NTT melawan protokol WHO itu tidak benar . Justru Gubernur meminta supaya pejabat di daerah harus cerdas dan berani membuat keputusan sesuai kondisi diwilayahnya sehingga jangan diplintir”.

“Gubernur bukan menantang protokol Covid tetapi beliau menyaring mana saja yang cocok untuk NTT dan perlu dimodifikasi karena pernyataan WHO itu satu statement untuk seluruh dunia. Di NTT Gubernur menyaringnya disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan kita.
Disitulah butuh seorang pemimpin.”
“.Sebagai ilustrasi, sama seperti dosis obat dari Pabrik, diproduksi dengan standart tertentu tetapi harus disesuaikan dengan kondisi orang yang meminumnya dengan mempertimbangkan apakah orangnya kurus, gemuk, apakah ada penyakit ikutannya sehingga harus disesuaikan”.

” Sekarang saya tanya. Berdiam di rumah dan berdiam di rumah kebun mana yang lebih baik . Apakah ke kebun itu namanya keluar rumah? Khan tidak.”

“Misalnya dia dirumah ada sepuluh orang tetapi dia bersama salah seorang keluarganya turun ke laut mencari ikan. Itu hanya dua orang, mana yang lebih bagus? Yang bagus itu khan yang turun ke laut cari ikan karena didalam perahu hanya dua orang dan mereka ada pengasilan untuk keluarga. Dari pada di rumah mereka duduk berdempetan sepuluh orang tanpa penghasilan apa-apa. Itulah ilustrasinya seperti itu”. (boni)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *