SBS Dinilai Sangat Cerdas Kelola Kabupaten Baru – Gunakan Uang Minim Utamakan Kebutuhan Rakyat Ketimbang Bangun Rumah Jabatan dan Kantor Bupati

Calon Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran dinilai sangat cerdas mengelola Kabupaten baru seperti Malaka sesuai harapan Gubernur NTT dimana sejak tahun pertama memimpin Malaka lebih mengutamakan kepentingan rakyat ketimbang urusan-urusan lain yang tidak penting.

Kta sangat optimis bila diberi mandat oleh rakyat Malaka pada Pilkada Malaka tahun 2020 maka SBS tetap konsisten dengan pola cerdas menggunakan uang rakyat yang minim untuk memenuhi kebutuhan rakyat dari pada membangun kantor-kantor dan rumah jabatan yang sifatnya belum mendesak untuk dibangun saat ini.

Rakyat Malaka sangat beruntung mendapatkan Bupati perdana seperti ini dengan mottonya : Meletakkan Fondasi yang Kokoh dan Dinamis untuk Kemakmuran dan Kesejahteraan Rakyat Malaka.

Demikian intisari pendapat yang dihimpun wartawan media ini dari Tokoh Masyarakat Kecamatan Rinhat disela Kampanye Paslon SBS-WT di Biudukfoho – Kecamatan Rinhat – Kabupaten Malaka, Selasa (20/10-2020)

Tokoh Masyarakat Kecamatan Rinhat, Maksi Nahak mengatakan sebagai Bupati perdana Malaka selama lima tahun terakhir Bupati SBS sudah membuat kebijakan-kebijakan sekaligus terobosan cerdas dalam pengelolaan keuangan daerah yang lebih mengutamakan kepentingan rakyat ketimbang urusan bangun kantor dan rumah jabatan.

” Saya katakan Bupati Malaka itu hebat dan cerdas karena dalam penganggaran lebih mengutamakan kebutuhan rakyat seperti bangun infrastruktur jalan, urus rakyat supaya tetap sehat melalui berbagai terobosan pembangunan dibidang kesehatan dan urus rakyat supaya tidak kekurangan makanan di daerah yang subur termasuk urus bangun tanggul supaya rakyat tidak terdampak babjir bandang Benenai serta berbagai program lainnya”

” Terobosan-terobosan itu menurut saya sangat luar biasa untuk ukuran daerah baru seperti Kabupaten Malaka. Jadi sangat wajar rakyat Malaka masih percaya dan memberikan mandat dalam pilkada 9 Desember mendatang untuk memantapkan lagi dalam masa kepeminpinan periode kedua ”

Maksi yang juga Mantan Anggota DPRD Kabupaten Belu itu meminta supaya rakyat Kabupaten Malaka tidak terpengaruh dengan berbagai isu yang dihembuskan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab terkait kebijakan anggaran yang dilakukan selama ini karena apa saja yang sudah dilakukan Bupati SBS selama memimpin Malaka sangat terukur dan dapat dipertanggungjawabkan sesuai aturan pengelolaan anggaran yang berlaku.

” Sebagai Pejabat Senior dibidang Pemerintahan di Provinsi NTT dan sesuai pengalaman yang dimiliki dibidang birokrasi, untuk ukuran Provinsi NTT layak diperhitungkan. Saya hanya mau ingatkan saja bahwa figur seperti seorang SBS saat ini belum bisa tergantikan dan pikiran, pengalaman beliau dibidang birokrasi masih sangat dibutuhkan untuk menata Kabupaten Malaka yang masih tergolong baru ini”

Seperti diberitakan NTTsatu.com , Selasa (20/10) Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) mengatakan dalam pembentukan daerah baru termasuk pemekaran Kecamatan, tidak boleh lagi fokus pada pembangunan infrastruktur perkantoran. Namun harus lebih utamakan pembangunan infrastruktur di bidang pelayanan publik.

“Kita banyak kali salah artikan pemekaran suatu wilayah baru, baik itu pemekaran Kabupaten, Kecamatan, Kelurahan maupun pemekaran Desa. Kita terlalu fokus dan serius dalam membangun kantornya, sehingga uang habis untuk bangun kantor, tapi rakyatnya malah tertinggal. Seharusnya pembangunan dibidang pelayanan publik kita nomorsatukan dibanding kita hanya fokus membangun gedung kantor,” jelas Gubernur Laiskodat saat Peresmian Kecamatan Loaholu yang diikuti dengan Pengambilan Sumpah dan Pelantikan Jabatan Camat Loaholu beserta perangkatnya di Desa Oelua, Selasa (20/10/2020) siang.

“Mumpung ada Bupati, Wakil Bupati, Ketua DPRD dan Wakil Ketua DPRD di sini. Saya ingatkan lagi agar perencanaan pembangunan kecamatan baru ini tidak boleh dimulai dari pembangunan infrastruktur gedung kantor. Saya harapkan bapa Camat yang nanti dilantik harus buang jauh-jauh cara berpikir lama. Harus mampu dan wajib tahu bagaimana memverifikasi penduduknya, siapa yang miskin, tanahnya ada atau tidak, bagaimana kehidupan sehari-harinya. Itu harus mampu didesain dengan baik,” tambah Gubernur Laiskodat.

Menurut Gubernur Viktor, seorang pemimpin harus memiliki _spirit fighting_ serta kreatif, inovatif dalam mengelola potensi dan memaksimalkan semua keterbatasan yang ada.

“Kita tahu ini merupakan tugas dan tanggung jawab yang berat buat bapa Camat dan jajarannya. Tapi saya harus katakan bahwa bapa Camat harus punya semangat kerja dan harus mampu maksimalkan semua potensi. Walaupun tanpa uang sekalipun tetap harus mampu berkembang,” tegas VBL.

“Jangan sampai kecamatan yang baru ini nantinya malah menjadi beban daerah dengan meningkatnya penduduk miskin. Oleh karena itu, kita harus efektif, efisien dalam mengelola anggaran. Karena untuk majukan daerah-daerah yang terbatas seperti ini, kita harus mampu menyiasati anggaran kita dengan lebih baik sehingga kemajuan-kemajuan pembangunan itu terasa langsung oleh rakyat kita,” tambah orang nomor satu NTT tersebut. (boni/NTTsatu.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *