RSUPP Betun  – Malaka Diintervensi Dana  DAK Pempus Sebesar Rp 49 Milyard

RSUPP Betun di Kabupaten Malaka – Provinsi NTT dalam tahun anggaran 2021 akan mendapatkan kucuran dana DAK Pemerintah Pusat sebanyak Rp 49 Miliyard.

Kucuran dana Pempus itu untuk mendanai bangunan rawat inap lantai 3 dengan alokasi anggaran sebanyak Rp 35 Miliyard, 12 Miliyard lainnya untuk belanja alat kesehatan dan sisanya untuk pengadaan peralatan air suling yang sudah steril dan dua buah mobil ambulance.

Direktur RSUPP Betun, dr Oktalin Kiswadie mengatakan hal itu kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis (1/10-2020)

Dikatakannya, selama tahun 2020 Pemkab Malaka dibawah kepemimpinan Bupati SBS melakukan berbagai upaya dan terobosan untuk mengakses berbagai program yang bersumber dari Dana DAK di Pempus.

” Sebagai direktur rumah sakit saya harus katakan secara jujur bahwa perolehan DAK tahun 2021 merupakan hasil kerja keras Bupati SBS yang dikenal sangat piawai dalam berkomunikasi dan mengoptimalkan berbagai jejaring di Pempus”

” Kepastian Dana DAK tahun 2021 itu sudah final dan sudah disampaikan hasilnya melalui on line”

”  Teman-teman  dari Staf perencanaan saya minta untuk lengkapi semua persyaratan yang diminta terakhir kemarin sudah keluar dia punya hasil pemeriksaan dari kementrian  secara online”

” Usulan yang  sudah disetujui dan  sudah fix itu bangunan rawat inap 3 lantai senilai  Rp 35 miliar. Itu paket  senilai Rp 35 miliar. Kemudian Rp  12 miliar itu akan dimanfaatkan dan untuk  lengkapi lagi ruang radiologi. Rencananya  mau beli  CT Scan serta alat kesehatan yang di butuhkan di laboratorium sehingga kita tidak perlu rujuk.”

” CT scan itu kita upayakan. Kemudian tahun depan itu ada dokter mata dan THT, jadi alat-alat  yang dibutuhkan oleh dokter mata dan THT itu kita lengkapi semua tahun depan” .

” Kita juga mendapatkan tambahan anggaran sebanyak Rp  1 Miliard untuk pengadaan  peralatan penyulingan  air agar air yang dimanfaatkan steril,  tidak mengandung kapur, dan tidak mengandung  kuman -kuman dan bisa untuk cuci darah, untuk kamar operasi dan laboratorium  tidak bikin rusak alat kesehatan kita”.

” Kita juga mendapatkan bantuan dua unit mobil ambulance senilai Rp 800 Juta.  Jadi total anggaran yang diperoleh  dari dana DAK  sebanyak Rp 49 miliar. Ini juga dana DAK terbesar yang kita dapat di 2020 yang akan dieksekusi tahun depan”  (ichal buga)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *