RENUNGAN NATAL: Gloria in excelsis Deo et Pax in terra… (oleh : Pe. dOMi k dHEO, sVd )

…GloRia iN eXCeLSiS DeO, eT Pax iN TeRRa…
…Kemuliaan bagi Allah di tempat yang Mahatinggi
Dan Damai Sejahtera di Bumi bagi Orang Yang Berkenan
Kepada-Nya…..
Bacaan I: Yes 62. 11 -12
Bacaan II. Tit 3. 4 – 7
InJIL : Luk 2. 15- 20

Inilah inti dari lagu NATAl dan menjadi lagu kehidupan kita umat beriman. Tanpa kemuliaan Allah mustahil tercipta damai di bumi dan damai di bumi adalah kemuliaan Allah.

1. Hanya Allah yang Menganugerahkan Damai Sejati…
Israel yang sudah kembali dari pengasingan di Babilonia masih dicengkam oleh perasaan sedih. Mereka merasa asing melihat kota Yerusalem yang porak poranda dan masyarakatnya yang terancam punah. Dalam suasana ini, Yesaya menggemakan kembali seruan yang menumbuhkan semangat keberanian dalam diri rekan-rekan seperjuangan. Ia meyakinkan mereka, agar mereka tetap percaya pada janji Allah, sebab hanya Allah yang mampu menganugerahkan damai sejahtera kepada mereka (Yes 62.12). Ditegaskan oleh nabi bahwa keselamatan segera akan datang dan Allah benar-benar membuat Israel menjadi milik pusaka-Nya (Yes 62.12). Karena itu, Ia bersumpah untuk tidak lagi meninggalkan Israel. Dia akan menjadi kota yang semarak yang tidak lagi ditinggalkan, baik oleh Allah maupun oleh penduduknya.
Dengan pesta Natal, terlaksanalah keselamatan: Allah menyapa manusia dalam diri Putra-Nya. Dengan demikian Israel bukan lagi umat yang ditinggalkan, melainkan dicari, disayangi, dan dikuduskan oleh kehadiran Allah (mazmur tanggapan).

2. Yang Miskin Mengunjungi yang Miskin (injil)
Setelah menerima warta Ilahi, para gembala bergegas ke Betlehem. Mereka adalah orang-orang sederhana dan tergolong dalam kelompok orang miskin. Kelompok orang miskin ini sudah merasa bahagia hanya dengan mempercayakan seluruh hidupnya kepada penyelenggaraan Tuhan. Mereka adalah orang sederhana, tetapi dalam kesederhanaan itu, mereka justru membawa warta yang mengagumkan semua orang yang mendengarkannya. Para gembala bukan saja menjadi saksi kelahiran Yesus, melainkan juga menjadi pewarta peristiwa kelahiran, bukan pertama-tama karena mereka sudah melihat, melainkan karena mereka telah percaya.
Sikap gembala ini juga menjadi sikap Maria, yaitu menyimpan segala peristiwa dalam hati. Ia menerima sabda itu dalam iman dan merenungkannya (Luk 2.19). Dengan demikian menjadi lambang jemaat Kristen yang dengan setia mendengarkan firman Tuhan.

3. Natal memulihkan Hubungan kita dengan Allah (Bacaan II)
Natal menempatkan kita dalam satu relasi yang baru dengan Allah, membuka suatu cakrawala hidup baru, dimana Tuhan menjadi tumpuan harapan manusia yang mendambakan kasih karunia Ilahi. Natal membawa perubahan dalam sikap hidup manusia: yang lama berubah menjadi manusia baru, yang jahat menjadi baik, pendendam menjadi pemaaf/penyayang, pendosa menjadi anak Allah, yang saling membenci-berdamai dan menjadi saling mencintai. Baju baru, sepatu baru, wajah baru, terlebih hati/jiwa baru seharusnya mewarnai pesta kelahiran Tuhan ini.
Kelahiran Tuhan dirayakan oleh semua umat manusia yang tidak beragama sekalipun. Perang-perang dihentikan pada pesta kelahiran ini. Mungkin kita juga ada perang-perang dingin dengan sesama, di tempat kerja, dalam keluarga dan dalam masyarakat, sehingga kita diingatkan untuk mengadakan genjatan senjata/berhenti berperang dan bersama-sama membangun damai. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah..(Matius 5.9). Tuhanlah sumber damai sejahtera, artinya hanya di dalam Dia ada damai sejahtera..
Natal adalah hari gembira keluarga. Seluruh keluarga bertemu dan saling memberi hadiah. Kita bertemu dengan Kristus dalam sesama kita. Bukankah kegembiraan kita itulah yang dijanjikan Kristus? Yang terpisah dipertemukan, yang terpencil dikumpulkan, yang sedih dihibur. Sebab dalam diri-Nya, Ia telah membunuh kebencian dan mewartakan kedamaian (Ef 2. 16-17). Dengan demikian Ia mengajak hidup rukun damai dan bersahabat dengan orang lain. Yang biasa marah-marah, emosional, suka mencari musuh menggerakkan hormon nor-adrenalin yang bisa menjadi racun -seperti racun ular berbisa dalam tubuh- sumber ketidakdamaian dimana-mana. Natal seharusnya menebarkan hormon beta-endorfin-yang menimbulkan sukacita dan rasa damai dalam diri..

Karena itu menurut saya: Inti semua Lagu Natal adalah GLORIA IN EXCELSIS DEO et PAX IN TERRA sebagaimana dinyanyikan para malaikat Allah = kemuliaan bagi ALLah di surga dan damai di bumi bagi orang yang berkehendak baik. Inilah lagu NATAL. Tanpa kemuliaan Allah mustahil tercipta damai di bumi dan damai di bumi adalah kemuliaan Allah. Natal sesungguhnya pesta damai.. Marilah kita berusaha menjadi pembawa damai.

Para Malaikat Natal adalah anda, ketika anda bernyanyi pesan perdamaian, keadilan dan cinta untuk dunia. Musik Natal adalah anda, ketika anda senandungkan harmoni di dalam dirimu. Hadiah Natal adalah anda, ketika anda benar-benar teman dan saudara bagi setiap manusia dan alam semesta. Ucapan Natal adalah anda, ketika anda memaafkan dan membangun kembali kedamaian sekalipun anda menderita. Anda adalah senyum dari kepercayaan dan kelembutan, dalam kedamaian batin dari Natal Abadi yang membangun kerajaan di dalam diri anda.
Natal adalah anda sendiri, ketika anda memutuskan untuk dilahirkan kembali setiap hari dan membiarkan Tuhan masuk ke dalam haTi/jiwa anda.
Karenanya dalam sukaciTa sekali lagi saya ucapakan SALAM DAMAI NATAL untuk kiTa semua. AMIN

Paroki Keluarga Kudus Sikumana
Rabu, 25 Desember 2019

Pe. dOMi k dHEO, sVd

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *