Remigius Asa : Mindset Kawasan Perbatasan Harus Diubah Dari Sumber Konflik Menjadi Sumber Kemakmuran Rakyat

Malaka – Kepala Bapeda Kabupaten Malaka, Remigius  Asa mengatakan konsep berpikir dan mindset tentang kawasan perbatasan yang selama ini dianggap sebagai sumber konflik harus diubah dan dianggap sebagai sumber yang mendatangkan kemakmuran rakyat.

Hal itu disampaikan Kaban Remigius kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (13/7-2019)

Dikatakannya, sesuai hasil pertemuan dalam kegiatan rapat koordinasi Perencanaan dan pengembangan infrastruktur , ekonomi dan kesejahteraan kawasan perbatasan antar negara tahun 2019 ada beberapa hal yang dibicarakan dan direkomendasikan ke pemerintah pusat.

” Pertama, mindset atau pemahaman masyarakat tentang perbatasan itu harus diubah. Jangan anggab perbatasan itu sebagai sumber konflik tetapi perbatasan harus dilihat sebagai sumber kemakmuran rakyat yang harus ditata untuk memberikan kesejahteraan bagi masyarakat”

“Dari aspek ekonomi ada pertumbuhan lalulintas barang dan orang. Aspek Pariwisata terkait cross border dan vestifal Wonderfull Indonesia. Dari Aspek budaya, NTT yang berhubungan dengan RDTL ini merupakan satu rumpun budaya” .

“Kedua, dibidang Pembangunan infrastruktur fisik seperti PLBN , Pasar, telekomunikasi serta kegiatan lain yang dapat dibiayai melalui alokasi dana yang ada di perbatasan seperti dibidang pendidikan, kesehatan, perindustrian, perdagangan, sumber daya dan energy”.

“Bapeda melihat ini sebagai sistim pembangunan terpadu yang perlu dibangun dalam perencanaan dengan melihat potensi di wilayah perbatasan”.

” Misalnya, potensi laut Malaka memiliki garis pantai sepanjang 81 km tanpa tebing dan hanya dibatasi beberapa muara ini memberikan manfaat untuk kita apa saja”.

” Nelayan kita selama ini bukan pergi tangkap ikan tetapi selama ini pergi cari ikan. Yang namanya pergi cari ikan ini ada dua kemungkinan mereka bisa mendapatkan hasil atau tidak”

“Untuk itu para nelayan kita harus diintervensi bentuk bantuan dari hulu ke hilir supaya saat menangkap ikan mereka bisa dilengkapi dengan perahu, alat tangkap dan aspek cuaca sehingga mereka bisa mendapatkan hasil yang optimal” (boni)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *