Rapimnas LIRA : Virtual Ditengah Pandemi Covid-19, LIRA Optimis Jalankan Amanah Munas.

JAKARTA, Dewan Pimpinan Pusat Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) menggelar Rapat Pimpinan Nasional IV (Rapimnas) secara virtual dengan menggunakan aplikasi zoom di Hotel Grandhika Gunawarman, Jakarta Selatan sabtu (5/9/2020).

“Peserta Rapimnas yang hadir di Hotel Grandhika diwajibkan menggunakan masker selama Rapimnas berlangsung, pengaturan tempat duduk berjarak minimal 1 meter dan disiapkan hand sanitizer di luar ruang Rapimnas,” tegas Olivia Elvira Presiden LIRA yang selalu tampil modis dengan senyum khasnya.

Rapimnas yang diikuti Pengurus Pusat LIRA dan Pimpinan LIRA ditingkat Propinsi dan Kabupaten/Kota berlangsung dari siang hingga sore dan dibuka langsung oleh Presiden LIRA Olis Datau begitu wainita berdarah Gorontalo ini biasa dipanggil.

Salah satu topik yang menjadi perdebatan para peserta adalah agenda Musayawarah Nasional (MUNAS) LIRA ke-3 yang seyogjanya dilangsungkan tahun ini, namun karena wabah pandemi disepakati dilaksanakan tahun depan setelah pemerintah menerapkan new normal atau menyatakan zona hijau.

Rapimnas yang dipimpin Wakil Presiden LIRA Andi Syafrani didampingi Sekretaris Kabinet Frans Watu, Wakil Sekjen Azwan Ghazali, Andi Rimbawa dan Sekjen Pemuda LIRA Sultoni.

“Rapimnas ini menjadi strategis karena kita tahu ini masih masa pandemi dan masa bakti kepengurusan ibu Olis bulan depan sudah berakhir sehingga lewat forum Rapimnas ini kita perlu buat kesepakatan tentang Musyawarah Nasional LIRA. Sebagai wadah pembinaaan dan kaderisasi, eksistensi LIRA ditengah pandemi ini dibutuhkan untuk saling bergandengan tangan bersama pemerintah, tegas Sekab LIRA Frans Watu.

Presiden LIRA Olis Datau berharap agar Rapimnas ini bisa melahirkan keputusan yang strategis demi kelangsungan LIRA ke depan. Untuk itu dia berharap pemikiran dari Gubernur dan Bupati/Walikota LIRA dalam Rapimnas ini sangat diharapkan sehingga keputusan yang dilakukan tetap berjalan dalam koridor organisasi. Walaupun ditengah pandemic covid-19, kita optimis bisa menjalankan amanah Munas sesuai ketentuan yang sudah ditentukan, baik oleh organisasi namun kita juga harus memperhatikan peraturan pemerintah.

“Kepengurusan LIRA yang saya jalankan adalah hasil Musyawarah Nasional 5 tahun lalu dan kepengurusan ini akan saya pertanggung jawabkan di Munas III nanti. LIRA sebagai kontrol pemerintah harus mampu mengontrol dirinya sendiri, jangan kita koreksi pemerintah tapi diri kita tidak benar, untuk itu saya terbuka dengan kritikan dan masukan dari semua elemen LIRA baik di pusat maupun daerah. Kepemimpinan LIRA yang saya kembangkan selama lima tahun ini adalah kolektif bukan one man show, walaupun ini LSM tapi dalam pelaksanaannya kita mengembangkannya dengan menggunakan pola organisasi kemasyarakatan sehingga konsolidasi dan pengembangan jaringan ke daerah perlu kita bangun terus, sehingga bisa menjadi mata dan telinga untuk terus mengawasi korupsi, kolusi dan nepotisme di negeri yang kita cintai ini”, tegas Presiden LIRA yang menggantikan Jusuf Rizal.

Rapimnas LIRA yang digawangi Andi Syafrani melahirkan keputusan antara lain tentang penyelenggaraan Munas III disepakti akan dilaksanakan paling lambat dua bulan setelah pemerintah menetapkan zona hijau atau mencabut PSBB. Rapimnas bersepakat untuk memperpanjang periodisasi kepengurusan saat ini sampai penyelenggaraan Munas III. Salah satu ketetapan Rapimnas adalah membentuk Tim Penyempurnaan Anggaran Dasar dan Anggara Rumah Tangga yang akan ditetapkan pada saat Munas III.
Yang tidak kalah menarik ada 4 daerah yang langsung menawarkan diri untuk menjadi penyelenggara Munas III.

Gubernur LIRA Kepri dalam paparannya langsung meminta agar Munas nanti diselenggarakan di Kota Batam.

“Kami siap memfasilatasi penyelenggaraan Munas LIRA jika diberi kesempatan. Batam sudah sering melaksanakan even nasional karena itu kami sangat siap”, tegas Budi Sudarmawan.

Berbeda dengan Sulawesi Tenggara dan Riau yang masih malu-malu menawarkan diri, Gubernur LIRA Jawa Timur Sutrisno yang mengklaim menghadirkan peserta terbanyak dalam Rapimnas dengan tegas meminta agar Jawa Timur bisa menjadi tuan rumah perhelatan lima tahunan LIRA. Pernyataan Sutrisno mendapat dukungan dari para Bupati LIRA se Jawa Timur.

“Kami ingin mengembalikan kejayaan LIRA. Jawa Timur merupakan cikal bakal LIRA karena itu menurut saya sangat strategis kalau dilaksanakan hajatan nasional ini di Kota Surabaya atau Malang, tegas Zuhdy Achmadi Bupati LIRA Malang.

Hingga saat ini baru beredar nama Olis Datau yang terus didukung beberapa propinsi dan sejumlah organisasi sayap LIRA. Namun sejumlah nama seperti Andi Syafrani, Yudi Komarudin, Hendrik H. Sitompul, Davis Hutia Ruza, Budi Siswanto, telah digadang-gadang untuk maju berkompetisi di ajang Munas nanti.

Kami masih mengharapkan ibu Olis sekali lagi karena kepemimpinannya yang enjoy dan santun, mengayomi para kader sangat kami rasakan. Kedepan tinggal diperkuat dengan orang-orang gerakan sehingga LIRA bisa kembali ke jati dirinya sebagai sosial control yang efektif bagi pemerintah, tutur salah seorang Pengurus LIRA Riau. (fw)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *