Putus Penyebaran Virus – Satgas Pencegahan Covid 19 Tingkat Desa Harus Jadi Agen Informasi Untuk Rakyat

Satgas Pencegahan Covid 19 di tingkat desa harus bisa menjadi agen informasi untuk rakyat di desa.

Untuk itu desa harus diperkuat dengan berbagai informasi yang benar tentang bahaya Penularan Covid 19 termasuk cara-cara untuk mencegahnya sehingga tidak menulari rakyat.

Sebagai agen informasi di desa Satgas di tingkat kecamatan harus bisa memberikan pengetahuan praktis tentang apa saja yang harus dilakukan Satgas di masing-masing desa sehingga mereka memiliki pengetahuan yang memadai untuk memberikan edukasi bagi masyarakat di wilayah desanya.

Ini merupakan tugas dan tanggung jawab bersama mengedukasi rakyat dengan harapan rakyat bisa berperan aktif dalam memutus mata rantai penyebaran Covid 19 di setiap desa.

Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran mengatakan hal itu kepada wartawan di kediaman Haitimuk-Malaka, Senin (13/4-2020) malam ini.

Dikatakannya, salah satu tantangan dalam menghadapi Pandemi Covid 19 membangun pemahaman bersama untuk bersama melawan Covid 19.

” Kata kuncinya hanya satu yakni ada adanya pemahaman bersama dari seluruh komponen masyarakat untuk bersama memutus mata rantai penyebaran virus itu”

” Kalau kita mau berhasil maka kita harus punya komitmen bersama dari seluruh rakyat tanpa kecuali harus berpartisipasi bersama-sama melawan virus itu”

” Bapak Presiden dan Bapak Gubernur NTT sudah mengeluarkan instruksi dan sudah diteruskan ke rakyat melalui Bupati sehingga tinggal diimplementasikan bersama mulai dari Kabupaten, Kecamatan hingga desa-desa”

” Untuk kondisi saat ini kita semua termasuk desa harus terus ingatkan rakyat untuk tetap menjaga jarak, sering cuci tangan dengan Sabun dan upayakan sedapat mungkin tidak keluar rumah kalau tidak mendesak. Kalau terpaksa keluar rumah harus gunakan masker”

” Desa juga harus ingatkan warga terutama bagi mereka yang datang dari daerah terpapar Covid 19 supaya melapor diri pada petugas dan melakukan isolasi mandiri selama 14 hari dibawah pengawasan ketat pemerintah”

” Rakyat juga perlu diberitahu dan diingatkan agar selalu menjaga jarak , tidak berkerumun
di toko , pasar, bengkel, warung, Pom Bensin, biliard atau urusan lainnya ”

” Isolasi mandiri supaya dijaga masyarakat di desa. Kalau tidak perlu tidak usah keluar. Kalau terpaksa keluar harus gunakan masker.
Maskernya bisa dihahit sendiri dari bahan kain, dipakai maximal 4 jam setelah itu direndam air panas, dicuci dengan sabun , dijemur di panas matahari dan bila perlu distrika. Harus siapkan dua masker untuk digunakan bergantian” (boni)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *