Produktifitas Penanaman Padi di Kabupaten Sukoharjo Tertinggi di Provinsi Jawa Tengah – Inilah Kiat-Kiat Pemerintah Membangun Pertanian di Sukoharjo – Baca disini….!!!!!

Sukoharjo-Jawa Tengah – Masyarakat Kabupaten Sukoharjo yang bekerja dibidang pertanian  mayoritas berprofesi sebagai petani padi. Dari 20 ribu hektar lahan sawah setiap tahunnya bisa ditanam lebih dari 55 ribu hektar sawah. index tanam padi di Kabupaten Sukoharjo sudah mencapai 270 persen. Hampir semuanya tiga kali tanam padi dan produktifitas penanaman padi di Sukoharjo tertinggi di Provinsi Jawa Tengah karena intensifikasi yang dilakukan petani sudah sesuai dengan anjuran pemerintah.

Hasil diatas dicapai karena petani sudah melakukan olah tanah dengan sempurna, pemilihan bibit unggul dan bersertifikat, pengelolaan dan pemeliharaannya sudah sesuai anjuran termasuk panennya sudah menggunakan mesin sehingga untuk kehilangan hasil sangat kecil.

Kita berhasil karena kita memiliki komitmen yang kuat untuk membangun bersama dibidang pertanian padi mulai dari petani. Prinsipnya petani bukan obyek tetapi subyek. Sementara untuk petugas harus komit mengimplementasikan visi dan misi Bupati yakni harus maju dan harus sejahtera. Dengan dasar itu walau masih ada keterbatasan disana-sini kita tetap berjuang maju untuk mewujudkan kedaulatan pangan di Kabupaten Sukoharjo.

Demikian penyampaian Kadis Pertanian dan Peternakan Kabupaten Sukoharjo, Netty Harjianti menjawab pertanyaan wartawan disela kegiatan kaji banding Komisi 2 DPRD Kabuparen Malaka di Kabupaten Sukoharjo – Jawa Tengah, Rabu (6/11-2019).

Selengkapnya Kadis Netty Harjianti menjawab pertanyaan wartawan dengan gaya bertutur sebagai berikut :

” Prinsipnya dalam melaksanakan kegiatan di bidang pertanian pertama yang harus dilakukan yakni menyiapkan SDM”

” Apapun bentuk bantuan yang diberikan kepada petani langkah pertama yang harus dilakukan adalah menyiapkan SDM penerima sehingga bantuan yang diberikan dapat dioptimalkan pemanfaatannya dan berdaya guna” .

“Misalnya dalam menerima traktor bantuan pemerintah maka kita minta kelompok untuk siapkan anak muda supaya dilatih menjadi operator handal . Ini dimaksudkan untuk alih generasi dalam teknologi pertanian”.

” Selanjutnya Penyuluh pertanian bukan hanya sekedar mengamati tetapi mereka benar-benar melakukan latihan kunjungan dan melakukan pendampingan, membimbing petani secara teratur dan berkesinambungan”

Saat kita memiliki program baru semua komponen yang ada di dinas dilibatkan untuk hadir ditengah masyarakat mulai dari awal perencanaan sampai penyusunan pelaporan hukumnya wajib tetap mendampingi petani”.

Kami dari pemerintah harus hadir saat petani membutuhkan untuk memberikan solusi sehingga kepercayaan petani kepada pemerintah tetap dibangun agar proses alih teknologi bisa tercipta”.

“Kita tidak memiliki tim ahli teknologi secara khusus dibidang pertanian tetapi hal itu dilakukan tim dari dinas dan penyuluh. Kalau dibutuhkan kita kerja sama dengan BPTP dan perguruan tinggi. Apabila ada program baru kita pelajari dulu secara bersama dan kita upayakan tahu lebih dahulu baru disampaikan kepada petani”.

“Kita memfasilitasi dengan anggaran untuk sesering mungkin ada pertemuan koordinasi kelompok tani, gapoktan dengan Penyuluh, KTNA, Pengamat hama serta orang dinas.
Selain itu ada temu teknis antar penyuluh secara periodik untuk kembangkan teknologi agar disampaikan kepada petani”.

“Salah satu keunggulan di Sukoharjo adalah petani yang inovatif karena sangat mudah beralih ke teknologi pertanian yang ditawarkan sehingga tidak mengalami kesulitan dalam alih teknologi.
Ini hanya bisa berhasil karena dilakukan secara terus menerus dan terencana serta dikawal dari awal”.

“Bila ada inovasi baru kita semboyankan pada petani bahwa tidak ada kata gagal sehingga apapun masalahnya harus tetap diupayakan untuk sukses”.

“Sukoharjo sebagai salah satu kabupaten yang masih kesulitan air irigasi untuk mengairi seluruh lahan yang ada sehingga kita akali dengan membuat empang dan embung untuk mengatasi air di musim kemarau seperti sekarang.
Jangan kita biarkan air itu terbuang begitu saja tetapi perlu dibuatkan jebakan air sebagai penampungan air dimusim penghujan”.

“Embung bisa dikolaborasi dengan pompa air sehingga saat musim kemarau bisa disedot dan dimanfaatkan sebagai air irigasi.
Dengan mina padi kita juga bisa simpan air. Dengan tampungan air itu selama 3 bulan bisa digunakan untuk budidaya dan ikan usaha pertanian lainnya”.

“Selain itu kita bangun sumur dangkal dan sumur dalam sesuai kebutuhan agar dimanfaatkan petani”.

“Untuk pengaturan air irigasi ada kelembagaan petani yang ditangani 600 petugas P3A dan GP3A (gabungan). Pemerintah memberikan penghargaan kepada setiap anggota P3A Rp 150 ribu/bulan. Terkadang uang itu tidak diambil anggota tetapi dimanfaatkan untuk perbaikan saluran irigasi yang rusak”.

“Melalui P3Apengaturan air bisa dilakukan kepada petani secara teratur sehingga tidak bermasalah di lapangan”.

“Kita juga tanamkan kepada petani supaya bisa mandiri. Pemerintah sifatnya memberikan stimulus supaya petani itu bisa hidup dan menjadi mandiri.
Petani dikenalkan dengan lembaga keuangan seperti Bank Pemerintah melalui program KUR, BI dan lembaga keuangan lainnya”.

” Terkait pemasaran hasil pertanian link pemasarannya sudah kita siapkan jauh hari sebelumnya sehingga kesulitan pemasaran hingga saat ini belum ada kendala yang berarti.
Untuk pemasaran hasil pertanian seperti beras Sukoharjo terkenal kualitasnya baik dan sering digunakan petani kabupaten Sragen dan kabupaten Demak serta beberapa kabupaten tetangga untuk dicampur dengan produksi padi mereka sehingga dari aspek pemasaran hasil pertanian kita tidak mengalami kendala”

“Dalam hal produksi pertanian kita sering anjurkan kepada petani untuk menggunan benih unggul bersertifikat. Untuk tahap awal kita berikan bantuan stimulans contoh benih yang bagus sehingga mereka terbiasa dan secara swadaya membeli benih yang bagus dan unggul”.

“Kalau pertaniannya sudah berkembang petaninya diarahkan untuk menjadi penangkar benih sehingga mereka mudah mendapatkan benih unggul yang bersertifikat”.

“Dalam tahun anggaran 2020 kita alokasikan Anggaran sebesar Rp 19 Miliyard lebih belum termasuk DAK dan TP. Itu diluar gaji dan kebutuhan kantor lainnya untuk intervensi dibidang pertanian”

” Kita juga mencari dana dari luar pada berbagai lembaga keuangan yang ada. Khususnya anggaran dari luar itu yang dituntut harus komitmen yakni kegiatan harus berhasil termasuk ketepatan waktu dan tertib melakukan pelaporan”.

“Keterlibatan anak muda dalam bidang pertanian sesuai keadaan di Sukoharjo para kaum milenial cenderung tertarik pada inovasi baru yang menguntungkan didukung mekanisasi teknologi pertanian modern” .

” Kita laksanakan integrated farming setelah mendapatkan masukan dari para ahli FAO. Kenapa petani kita tetap miskin dan selalu menjadi orang yang tidak pernah kaya? Ternyata karena lahannya kurang dari 0,5 ha sehingga lahan yang sempit itu harus dioptimalkan pemanfaatannya agar bisa menghasilkan banyak supaya petani bisa sejahtera.
Kalau hanya tanam padi maka baru bisa dipanen petani 3 bulan dari masa penanaman.
Tetapi bila di lokasi yang sama ada budidaya ikan dan ayam serta hortikultura bisa memberikan pemasukan kepada petani setiap bulan bahkan setiap minggu.
Pola seperti ini yang kita kembangkan agar petani kita sejahtera”.

“Di jawa rata-rata petani kita hanya memiliki lahan tidak lebih dari 0,5 ha. Kalau hanya usaha padi saja yang dilakukan tidak bisa mengcover kebutuhan petani dan keluarga mereka. Jadi usaha padi saja rugi sehingga harus diakali dengan integrated farming dan
corporate farming dimana semua lahan pertanian harus dikelola bersama sehingga bisa mendapatkan hasil secara optimal untuk meningkatkan kesejahteraan petani”. (boni atolan)

.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *