Polres Malaka Terima Pengaduan Ketua DPRD Malaka Terkait Dugaan Penghinaan dan Pencemaran Nama Baik

Jajaran Kepolisian Resort Malaka menerima laporan kasus dugaan tindak pidana penghinaan, pencemaran nama baik, fitnah dan penipuan publik yang dilakukan Kepala Desa Tafuli – Kecamatan Rinhat, Agustinus Tafuli terhadap Ketua DPRD Kabupaten Malaka, Adrianus Bria Seran, SH

Terhadap laporan itu Pihak Kepolisian sudah menerima pengaduan tersebut dan akan mempelajarinya serta mengambil tindakan sesuai ketentuan yang ada.

Kasat Reskrim Polres Malaka, Iptu Yusuf, SH mengatakan hal itu kepada wartawan diruang kerjanya, Selasa (25/5-2021).

Dikatakannya, pengaduan yang dibuat Ketua DPRD tersebut berkenaan dengan dugaan tindak pidana penghinaan, pencemaran nama baik, fitnah dan penipuan publik yang diduga kuat dilakukan Kepala Desa Tafuli, Agustinus Tafuli melalui pernyataan yang dilakukan melalui media online.

Agustinus dipolisikan terkait pernyataannya kepada wartawan bahwa dirinya dipanggil Ketua DPRD untuk diarahkkan agar Pengelolaan Dana Desa (DD) untuk kegiatan fisik harus dikerjakan oleh kontraktor tertentu.

Ketua DPRD Kabupaten Malaka, Adrianus Bria Seran, SH usai melakukan pengaduan di Polisi kepada wartawan mengatakan dirinya tidak pernah memanggil kepala desa bersangkutan atau kepala desa mana pun untuk bicara soal proyek.

“Saya tidak kenal kepala kepala desa itu (Agus, red) dan saya tidak pernah panggil Kepala Desa siapapun untuk urus proyek. Kenapa tiba-tiba bawa-bawa nama saya?”, ujar Adrianus.

” Kalau saya berbicara kepada para kepala desa soal pelaksanaan proyek DD, itu sebatas fungsi kontrolnya sebagai wakil rakyat. Bukan untuk atur supaya siapa yang harus kerja dan dirinya harus dapat uang”

“Kalau saya omong ke kades supaya kerja yang berkualitas, itu memang fungsi kontrol saya sebagai DPR. Tapi kalau bilang saya atur supaya siapa yang harus kerja dan supaya saya dapat uang, harus siapkan bukti yang kuat karena saya tidak pernah lakukan itu”, lanjutnya.

Adrianus mengaku kesal karena namanya telah dicatut untuk kepentingan pihak lain tetapi di lain sisi merugikan dirinya sendiri. Karenanya, Adrianus memilih menempuh jalur hukum. Dirinya berharap, Polres Malaka menanggapi serius dan menindaklanjuti pengaduan tersebut.

Terpisah, Kepala Desa Tafuli, Agustinus Tafuli membantah dirinya telah mengatakan bahwa pengelolaan dana desa di desanya diintervensi Ketua DPRD.

“Saya tidak katakan begitu (diintervensi Ketua DPRD, red). Saya katakan bahwa waktu dong ambil uang itu dong bilang Bos sudah tunggu”, ujar Agus melalui sambungan telepon, Senin Sore (24/05/2021) – (BuSer/Tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *