Petani Malaka Harus Berani Beralih Gunakan Sistim Pertanian Modern

Malaka – Petani Malaka harus berani membuat terobosan untuk memasuki sistim pertanian modern dengan memanfaatkan pola pertanian modern.

Kenyataan di lapangan petani kita dalam melakukan pengolahan lahan sudah menggunakan alat pertanian modern tetapi saat melakukan penanaman masih menggunakan pola pertanian tradisional dimana masih menunggu musim hujan tiba.

Didalam sistim pertanian modern setelah lahannya diolah langsung tanam dan tidak menunggu hujan dengan catatan ada ketersediaan air atau memiliki kelembapan

Hal itu disampaikan Kadis TPHP Kabupaten Malaka, Yustinus Nahak kepada wartawan di Betun, Rabu (27/11-2019)

Dalam konteks Malaka saya sarankan wilayah yang berada di daerah aliran sungai atau daerah yang ada sumber mata air diterapkan pola pertanian modern dengan pola tanam bergantian

Misalnya pada musim pertama saat hujan bisa dilakukan penanaman padi karena ketersediaan airnya cukup.

Setelah panen musim pertama lahan yang ada disiapkan untuk tanam tanaman secara berkesinambungan dan bergantian berupa palawija seperti jagung, bawang, kacang dan sayur-sayuran yang tidak membutuhkan banyak air seperti tanaman padi.

Tanamnya bisa beruntun karena dia butuh airnya tidak terlalu banyak seperti padi.

Untuk merubah kebiasan petani Dinas teknis terkait melalui PPL sudah melakukan sosialisasi kepada petani agar mengatur pola tanam.

Jangan tunggu sampai air banyak baru tanam tetapi setelah panen musim pertama lansung gunakan kelembapan tanah setelah MT 1 selesai dengan menanam jagung.

Petani di Kobalima sudah mengikuti pola ini dengan menanam kacang ijo dan hasilnya bagus tetapi belum diikuti petani yang lain.

Untuk daerah Beilout di Malaka Barat petani disana sudah menanam menggunakan pola ini pada lahan seluas 2000 ha setelah panen MT 1 mereka lakukan tanam beruntun. Panen tanam -panen tanam dan panen tanam.

Di DAS Weliman saya lihat pada MT 1 kita boleh tanam padi tetapi pada MT 2 air sudah berkurang sehingga perlu ditanam dengan tanaman yang hanya membutuhkan kelembapan seperti jagung, kacang dan lainnya.

Sebetulnya petani harus berani melakukan terobosan penanaman dan harus berani berusaha karena hasilnya juga untuk mensejahterakan petani. (boni)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *