Petani Laleten – Malaka  Siap Tanam Padi MT2 Seluas 80 Ha

Petani lahan basah di desa Laleten – Kecamatan Weliman- Kabupaten Malaka – Provinsi NTT dalam MT 2 tahun ini tanam padi seluas 80 ha dari potensi lahan 150 ha yang ada di desa Laleten.

Penurunan luasan penanaman padi MT2 karena ketersediaan air irigasi dari DI Malaka tidak mampu melayani seluruh kebutuhan petani.

Hingga berita ini diturunkan para petani di desa Laleten sudah mulai mengolah tanah dan menanam padi MT2.

Diharapkan para petani terus berpacu memanfaatkan curah hujan yang ada serta mengoptimalkan pemanfaatan air irigasi dari DI Malaka.

PPL Desa Laleten, Yeremias Nahak mengatakan hal itu kepada wartawan di Laleten- Kecamatan Weliman, Senin (6/7-2020).

Dikatakannya, kondisi terakhir di desa Laleten para petani yang sudah panen langsung melanjutkan dengan pengolahan lahan untuk penanaman padi MT2.

” Para petani lahan basah saat ini sudah mulai mengolah lahannya dan ada juga yang sudah mulai menanam”

” Sebagai penyuluh di lapangan kita terus pantau dan melakukan pendampingan kepada petani agar berpacu dengan waktu terutama untuk pengolahan lahan dan penanaman padi MT2″

” Kondisi saat ini masih hujan sehingga sangat membantu petani dalam hal ketersediaan air selain pasokan dari DI Malaka sayap kanan”

” Kita tetap memantau dan mengarahkan petani agar mengimplementasikan teknologi penanaman Jajar Legowo 21 seperti rekomendasi tim Pakar RPM selama ini”

Dijelaskannya, dari 20 Kelompok Tani Lahan basah binaannya sudah ada 15 kelompok tani yang menerapkan teknlogi penanaman Jajar Legowo 21.

” Yang namanya petani harus terus didampingi sehingga mereka tetap disiplin dalam menerapkan teknologi penanaman itu karena hasilnya sudah teruji”

Anggota Kelompok Tani Lo’o Kluhu , Herman Klau Berek kepada wartawan saat melakukan penanaman padi di sawah miliknya
mengatakan sangat senang dengan teknologi penanam Jajar Legowo 21 karena hasil panenannya bisa berlipat ganda.

” Dulu, kami petani disini biasa menanam secara konvensional tetapi saat ini dikenalkan dengan teknologi penanaman baru dan hasilnya sudah teruji”

” Terima kasih kepada Bapak Bupati SBS yang sangat memperhatikan petani melalui program RPM” (boni)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *