Petani Desa Lasaen Terapkan Pola Tanam Relay Intercroping

Betun (2/10). Petani Desa Lesaen, Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka menerapkan pola tanam relay Intercroping antara bawang merah dan jagung.

“Pola tanam relay Intercroping adalah pola tanam antar komoditas beda waktu pada lahan yang sama” jelas Ketua Tim Pakar RPM, Dr. Herry Kotta yang ditemui disaat panen simbolis bawang merah di Desa Lasaen hari ini, Rabu (2/10).

Lebih lanjut dijelaskan bahwa ketika tanaman bawang merah telah berumur 1,5 bulan maka ditanam jagung disela2 barisan tanaman bawang merah dengan tata tanam jagung double track.

“Ada tiga keuntungan dari diterapkan pola tanam relay intercroping yaitu pertama optimalisasi penggunaan lahan, kedua menekan evaporasi karena bawang merah sebagai cover crop, dan ketiga memutuskan siklus hidup hama dan penyakit” jelas Herry.

Panen simbolis bawang merah dihadiri Bupati Malaka dr Stefanus Bria Seran, MPH, ketua sementara DPRD Malaka dan anggota, ketua Tim Pakar RPM dan anggota, Kepala SKPD dan staf, kelompok tani dari beberapa desa, PPL dan pendamping seluruh Malaka, camat Malaka Barat dan kepala desa seluruh Malaka Barat.

Hasil ubinan bawang merah pada lokasi panen tercatat sebesar 11,1 ton/ha sebagai tingkat produktivitas nya. Bupati dan DPRD Malaka mengharapkan petani harus tetap semangat mengerjakan lahannya apalagi akan memasuki musim tanam 2019. (boni)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *