Peserta Rekoleksi Berdiskusi Bersama

Demi mempertajam persoalan pastoral tentang migran perantau, para peserta berdiskusi bersama. Tim perumus kembali mengangkat beberapa pertanyaan. Salah satu satunya tentang mengapa banyak orang lebih memilih bermigrasi. Diskusi di aula Biara Yosef Nenuk, (Selasa, 10/9/2019) berjalan begitu alot karena ada banyak permasalahan yang bermunculan.

Diskusi ini berkenaan dengan agenda tahunan rekoleksi umum untuk para imam dan agen pastoral di Keuskupan Atambua.

Sekretaris Komisi Keadilan Perdamaian, Migran dan Perantau, Romo Lucius Tae Mau, Pr dalam materinya menekanan beberapa hal penting. Penelitian dan tinjauan teoritis lebih terarah pada masalah migran perantau. Baginya masalah migran perantau terjadi karena desakan keadaan ekonomi dan letak geografis daerah setempat.

“Situasi lingkungan setempat sangat berpengaruh mengapa ada migrasi dan desakan ekonomi,” katanya.

Lebih lanjut ia menekankan bahwa dialog dari peserta sangat penting untuk mendalami materi tentang migran perantau. Pertanyaan yang disampaikan lebih mengarah pada mengapa ada migrasi. Juga ingin tahu secara pasti apa yang harus dilakukan untuk mengatasi keadaan ini.

“Dialog penting karena para imam lebih tahu masalah pastoral yang terjadi. Kita juga bisa mendapat solusi dengan melihat masalah migran perantau,” paparnya.

Diskusi menarik para peserta sangat variatif dengan menyampaikan alasan terjadinya migrasi. Pembagian kelompok diskusi dibentuk antar dekenat. Diskusi dan saling berbagi pengalaman pastoral semakin memberi kesan positif tentang kenyataan yang terjadi.

Hasil diskusi dipaparkan oleh masing-masing peserta dengan menghasilkan satu gambaran global tentang masalah ini.

Romo Hiro Masu, Pr melihat dengan diskusi ini semakin mendalam masalah migran perantau di setiap Paroki.

“Diskusi kelompok sangat penting. Segala macam masalah migrasi bisa didalami bersama,” katanya.

Diakhir diskusi diberi kesempatan kepada para narasumber. Norbert Jegalus memberi input tentang mengapa ada migrasi. Ia memaparkan sentilan ada faktor pendukung adanya migrasi.

“Ada faktor pendorong terjadinya migrasi. Aspek daya tarik tujuan dan daya tolak. Kita harus mendalami masalah ini secara tepat. Banyak kasus penipuan dan kita perlu mendalami secara serius. Ini masalah kejahatan kemanusiaan. Gereja perlu terlibat. Tugas penyelamat tidak semata jiwa tapi kemanusiaan. Misi kesadaran harus ditinggkatkan menjadi penggerak dan pendobrak,” tuturnya.

Pikiran yang sama tentang migran perantau disampaikan juga oleh Romo Lucius. Bagainya kita perlu membangun konsep globalisasi dan glokalisasi.

“Sebagai agen pastoral kita perlu mengkaji masalah yang terjadi agar umat bisa mengalami pembebasan sehingga tanah kita jangan dikuasai orang lain,” pungkasnya.* (Romo Inno)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *