Pertandingan Leg 2 Liga 3 : Manu Meo Malaka Menang 4-2 Atas Persebi Bima – Kandas Melaju ke Putaran Liga 3 Regio Bali – Nusra Karena Selisih Gol Tandang Dengan Persebi Bima

Malaka – Tim kebanggaan masyarakat Kabupaten Malaka, PS Malaka benar-benar menunjukkan keperkasaannya menumbangkan tim tamu Persebi Bima – NTB dalam lanjutan pertandingan leg 2 Liga 3 Bali -Nusra yang digelar di Kabupaten Malaka, Sabtu (23/11-2019) malam tadi.

Malaka menang 4-2 atas Persebi Bima tetapi tidak lolos dalam pertandingan putaran selanjutnya di liga 3 karena menurut aturan Malaka ketinggalan 1 gol. Karena saat pertandingan tandang di Bima PS Malaka hanya mencetak 1 gol sementara dalam pertandingan tandang Bima isi 2 gol. Sementara di Bima PS Malaka ketinggalan 1-3. Dengan demikian Persebi Bima berhak melanjutkan pertandingan VS Perseden Denpasar dalam putaran selanjutnya di liga 3.

Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran usai pertandingan kedua tim kepada wartawan mengatakan menerima hasil pertandingan yang digelar.

” Kedua tim tadi bermain sangat bagus dan sudah menunjukkan kualitas permainannya walau Tim Malaka harus menerima kekalahan tidak bisa melanjutkan pertandingan di putaran liga 3 karena selisih satu gol tandang dengan Persebi Bima”

” Ini buktinya bola itu bundar. Kita terima dengan lapang dada. Secara sepak bola kita menang tetapi secara aturan kita tidak lolos karena kita masih kekurangan satu gol. Ini harus diterima”.

Keuntungan yang kita peroleh anak-anak menjadi wakil provinsi NTT untuk bertanding melawan Provinsi NTB dan keuntungan lainnya bermain di Malaka sehingga rakyat memiliki kesempatan untuk menonton.
Selain itu pertandingan yang digelar bisa memotivasi generasi muda Malaka untuk lebih giat berlatih karena kalau berlatih dengan baik dan teratur walau kita Kabupate baru dan di pelosok tetapi tetap diperhitungkan”.

“Saya bangga sekali karena cetak empat gol dalam pertandingan yang berlevel antar propinsi itu tidak gampang dan tadi kita semua saksikan hanya karena faktor tidak mujur saja. Bola kena mistar dan serangan berkali-kali tetapi bola hanya menyamping di kandang lawan. Kita harus terima hal itu karena misteri sepak bola itu memang banyak tidak kita sangka”.


“Lebih lagi, anak-anak kita dapatkan banyak pembelajaran dari peristiwa ini. Masih ada waktu. Tahun depan kita siap lagi untuk ikut piala gubernur kalau kita juara kita mewakili NTT untuk liga 3 lagi”.


” Di Liga 3, rayon kita Bali, NTB dan NTT. Di NTB tahun ini dua klub yang mewakili dua klub karena berdasarkan perhitungan dalam kompetisi mereka lebih bagus”.

“Di NTT kita sudah ada satu klub yakni PS Ngada sudah masuk sampai pra Nasional . Kemarin di Ngada mereka bermain dengan Madura menang 4-1 untuk kemenangan Ngada. Kita berharap Ngada bisa lolos sehingga NTT ada wakilnya”.

“Rencana kedepannya, kita di Malaka seleksi lagi anak-anak berdasarkan kelompok umur dalam menghadapi setiap iven yang berskala regional. Kita akan gelar kompetisi sesuai kelompok umur”.

“Kompetisi harus dilalukan karena sepak bola tanpa kompetisi itu tidak bisa . Kompetisi harus ada supaya anak-anak tetap berlatih”

.
“Sepak bola di sebuah daerah itu maju kalau ada kompetisi. Contohnya di Bima itu ada kompetisi yang teratur. Kemarin saat kita bertanding di Bima pada lapangan di tingkat kecamatan yang diselenggarakan oleh desa. Lapangannya dibangun dengan dana desa dan ada tribun yang dibuat dari pipa dan ada kontribusi untuk kas desa karena dikelola Bumdes”.

“Lapangannya, lapangan mini tetapi memenuhi syarat untuk pertandingan yang berlevel nasional. Kalau lapangan kita ukurannya standart internasional termasuk sudah ada lampunya dan kekurangannya belum ada tribun”.

“Kita lagi membangun tribun di Stadion Malaka di Kobalima dan kita khususkan untuk main siang. Untuk main malam kita gunakan di Betun . Lapangan kita di Betun itu lapangan serba guna untuk olah raga, seni, budaya dan kegiatan kemasyarakatan”.

“Sepak bolah itu perlu diperhatikan sebagai media untuk merangsang pembangunan, media untuk memupuk persaudaraan, media untuk membina sportifitas.
Yang terpenting itu sportifitas, mau menerima kekalahan, mau mengakui kelebihan orang lain itu harus dilatih”.

” Sepak bola itu hasilnya 3 yakni kalah, drow dan menang.
Kita menang 4-2 tetapi kita tidak lolos karena menurut aturan kita ketinggalan 1 gol. Karena di tandang kita cetak 1 sementara di kandang Bima isi 2 gol. Sementara kita di Bima ketinggalan 1-3″.

“Saya berpesan kepada anak Malaka supaya rajin berlatih. Brasil saja waktu jadi tuan rumah piala dunia kalah 7-1 dari Jerman. Tetapi kita harus kerja keras karena kita mulai dari nol lagi. Kita berharap bisa berjuang dan berprestasi melalui piala gubernur tahun depan”. (boni atolan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *