PERMAPER Kupang Minta Jangan Provokasi Rakyat – Penyebar Berita Hoax Harus Diseret ke Ranah Hukum

Persatuan Mahasiswa Perbatasan (Permaper ) Kupang meminta kepada semua pihak terutama kepada oknum-oknum politisi dan pegiat media sosial agar tidak memprovokasi rakyat dan mahasiswa melalui media sosial dengan menyajikan berita dan informasi bohong.

Permaper menilai pemberitaan media yang cenderung memfitnah para pejabat tanpa dasar dan bukti kuat harus diakhiri agar tidak menyesatkan masyarakat.

Permaper juga meminta agar para penyebar berita bohong harus diproses hukum agar jera dan tidak meresahkan masyarakat.

Penyebaran berita bohong harus diseret ke ranah hukum agar negeri kita ini tidak menjadi tempat subur berkembangnya berita hoax

Permaper juga sangat mendukung aparat penyidik Polda NTT untuk mengusut tuntas dugaan kasus korupsi pengadaan benih bawang merah tahun 2018 di Kabupaten Malaka.

Demikian Siaran Pers yang dikeluarkan Ketua Umum Permaper Kupang, Andreas Leki Seran yang diterima media ini, Kamis (19/3-2020)

” Kita minta kepada semua pihak dan oknum-oknum politisi agar tidak bermain di air keruh untuk memprovokasi mahasiswa dan
masyarakat melalui media-media online dan media sosial dengan cara membuat berita HOAX dan tuduhan-tuduhan tanpa bukti karena itu ada unsur fitnah terhadap seorang pemimpin”

” Sebagai Ketua Umum PERMAPER Kupang saya mengutuk keras oknum-oknum yang membuat statement baik di media sosial maupun di media online yang mengatakan seolah- olah Malaka dalam keadaan kritis padahal kenyataannya masyarakat merasa biasa biasa saja”.

” Ini sudah diambang batas kewajaran sehingga harus diakhiri karena tidak mendukung percepatan pembangunan di Malaka”

” Kita juga meminta agar para penyebar berita hoax harus diseret ke meja hijau karena sangat meresahkan masyarakat”

” Jangan bermain di air keruh dengan memanfaatkan pengusutan dugaan kasus korupsi pengadaan benih bawang merah tahun 2018 oleh Penyidik Polda NTT yang sementara berjalan untuk menjelekkan para pejabat yang justru tidak terlibat dalam masalah itu”

” Permaper Kupang sangat mendukung upaya Penyidik Polda NTT mengusut tuntas kasus dugaan korupsi pengadaan bibit bawang merah di Kabupaten Malaka dan silakan melakukan pemeriksaan sesuai dengan prosedur yang ada”. (boni)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *