Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
HeadlineLintas Provinsi

Penyelesaian Proyek Pelabuhan Berhala Letung dan Potensi Ekonomi di Kawasan Kepulauan Anambas

36
×

Penyelesaian Proyek Pelabuhan Berhala Letung dan Potensi Ekonomi di Kawasan Kepulauan Anambas

Sebarkan artikel ini

Radarmalaka.com, Tanjungpinang – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Riau (Kepri), melalui Dinas Perhubungan, sedang menggesa peningkatan fasilitas Pelabuhan Berhala di Kecamatan Letung, Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA).

Pelabuhan Berhala sedang dalam tahap penyelesaian dan proyek tersebut menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2024 melalui tahapan lelang dini dana DAK Pemerintah Pusat.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kepri, Junaidi, mengungkapkan bahwa Kepri adalah provinsi pertama yang melaksanakan proyek DAK 2024 dan saat ini sedang menjalankan pekerjaan penyelesaian. Proses dari lelang tersebut telah dimulai pada Maret lalu.

Dalam peninjauan dari Gubernur Provinsi Kepri, Ansar Ahmad, pada Senin, 5 Mei 2024 lalu, setidaknya 60 persen material fisik telah berada di lokasi. Proyek tersebut akan terus digesa dan ditargetkan rampung pada tanggal 10 Oktober 2024.

“Akhir Juli nanti, semua material akan berada di lokasi,” jelas Junaidi, pada Kamis, 9 Mei 2024.

Proyek tersebut mencakup penguatan tiang dermaga, penyempurnaan jalan, serta penambahan penerangan. Di kawasan pelabuhan terdapat 25 titik penerangan yang menggunakan panel tenaga surya (solar cell). Dalam hal ini, Junaidi menyatakan bahwa proyek tersebut diproyeksikan akan memiliki dampak positif pada perekonomian masyarakat.

Junaidi menjelaskan bahwa, di sisi darat Pelabuhan Berhala Letung, terdapat lahan seluas sekitar 3800 meter persegi yang akan dioptimalkan sebagai tempat penumpukan barang. Lahan tersebut dapat digunakan sebagai fasilitas komersial dan peluang ekonomi di kawasan itu sangat besar.

Pelabuhan Berhala Letung berfungsi sebagai pelabuhan penumpang dan kargo yang akan disinggahi oleh Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Bukit Raya, Kapal Tol Laut, Kapal Perintis, dan kapal antar Kabupaten/kota.

Menurut Junaidi, kawasan Letung sangat potensial untuk perkembangan ekonomi, karena ada dua perusahaan migas yang akan beroperasi di kawasan ini.

“Pasti (dua perusahaan itu) akan membutuhkan pelabuhan untuk pengiriman kru maupun material untuk dikirim ke lokasi offshore,” kata Junaidi.

Proyek tersebut akan dikerjasamakan di masa depan dan pelabuhan ini akan ditawarkan pada mereka.

Junaidi menegaskan bahwa proyek pembangunan di Pelabuhan Berhala Letung akan selesai tepat waktu.

Saat ini, Pemprov Kepri sedang menunggu penyerahan aset dari Kementrian Perhubungan dan setelah itu, personel dari Provinsi Kepri akan ditempatkan di sana yang dikepalai Kepala Unit Pelaksana Teknis (KUPT) Natuna.

Aset pembangunan Pelabuhan Berhala Letung yang akan diserahkan Pemerintah Pusat kepada Pemprov Kepri senilai Rp76 miliar.

Editor: Budi Adriansyah