Penerapan Pembelajaran Tatap Muka di SMA R.A Kartini – Malaka Sesuai Tuntutan Protokol Kesehatan Covid 19

Proses pembelajaran secara tatap muka di SMA R.A Kartini di Kecamatan Malaka – Barat – Kabupaten Malaka – Provinsi NTT selalu menerapkan protocol Covid 19.

Selain menyiapkan sarana prasarana pendukung Sekolah juga menggelar latihan dan simulasi tatanan peradaban baru di sekolah itu kepada siswa dan guru selama dua minggu sesuai arahan Bupati Malaka selaku Ketua Tim Gugus Penanganan Covid 19 Kabupaten Malaka.

Hal itu disampaikan Wakil Kepala Sekolah SMA R.A Kartini, Herman Seran Bria diruang kerjanya, Sabtu ( 29/8-2020)

Dikatakannya, proses pembelajaran yang digelar di sekolah dilaksanakan sesuai hasil kesepakatan dalam rapat persiapan pemberlakuan tatanan peradaban baru melalui MKKS SMA yang ditunjuk mewakili sekolah untuk melakukan rapat dengan Bupati dan tim penanganan Covid 19 kabupaten Malaka.

” Jadi kami melaksanakan sesuai dengan protokol kesehatan. Sekolah menyiapkan sarana prasarana pendukung dan menggelar simulasi selama 2 minggu sesuai perintah Bupati Malaka dan arahan Provinsi”

” Siswa dan guru serta pegawai yang datang ke sekolah hukumnya wajib gunakan masker. Saat memasuki pintu gerbang sekolah dilakukan pemeriksaan suhu badan oleh petugas selanjutnya cuci tangan dengan air mengalir dan sabun”

” Saat memasuki ruangan kelas tetap jaga jarak dan tempat duduknyapun sudah diatur jaraknya dengan kapasitas ruangan 50 persen dari situasi normal”

” Proses KBMnya dilakukan secara silang dan tatap muka secara bergantian setiap kelas dalam seminggu tatap muka dua kali ”

” Jam masuk sekolah 07.15 Wita , KBM mulai 07.30 keluar jam 11.20. Tapi kalau normal biasanya keluar 13:30″

” Sesuai hasil keputusan rapat MKKS SMA, mata pelajaran tatap muka itu hanya diberlakukan kepada mata pelajaran inti seperti Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dengan mata pelajaran penjurusan Kimia, Fisika dan Biologi untuk IPA dan Ekonomi, Sosiologi dan Geografi untuk IPS , itu yang dibuatkan roster untuk tatap muka dalam durasi 1 minggu setiap kelas pertemuan 2 kali”

“Untuk mata pelajaran lain seperti Agama, Mulok, Seni Budaya, PJOK, Kewirausahaan atau Prakarya itu hanya penugasan terstuktur artinya guru memberikan tugas dalam jangka waktu tertentu sesuai dengan rancangan pembelajaran guru tersebut kemudian siswa mengumpulkan tugas itu melalui media sosial maupun hard text”.(Ichal Buga)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *