Pencegahan Covid 19 – Kapolres Malaka : Para PelIntas Batas Ilegal Tidak Diproses Hukum

Kapolres Malaka, AKBP Albertus Neno, SH mengatakan dalam rangka Pencegahan Covid 19 para pelintas ilegal tidak ditahan dan tidak diproses hukum.

Para pelintas ilegal itu hanya diambil keterangan aparat lalu dikoordinasikan dengan keimigrasian, Karantina dan PLBN agar dikembalikan ke negaranya sesuai prosedur yang berlaku.

Penegasan itu disampaikan Kapolres Malaka, AKBP Albertus Neno kepada wartawan di Betun, Jumat (24/4-2020)

Kapolres Albertus mengatakan selama ini ada beberapa pelintas ilegal yang masuk ke Indonesia dan setelah diambil keterangan langsung dikembalikan ke negaranya melalui prosedur yang berlaku.

” Para pelintas ilegal itu selama ini tidak ditahan tetapi hanya diambil keterangan dan dikembalikan ke negara asalnya tanpa proses hukum”

Dijelaskannya, selama ini ada tiga kasus pengirimam kembali pelintas ilegal yang datang ke Indonesia di Kabupaten Malaka.

” Kita memberikan apresiasi kepada warga karena berkat peran aktifnya melaporkan ke aparat maka mendapatkan penanganan dan dikembalikan ke negara asalnya”

” Para pelintas ilegal itu diketahui keberadaannya bukan pada saat masuk Indonesia tetapi setelah di masyarakat baru diketahui”.

“Ini berkat kesadaran masyarakat memberikan informasi kepada aparat sehingga bisa dikembalikan ke negaranya”.

“Dalam penanganan Covid 19 para pelintas ilegal yang diamankan itu tidak akan ditahan dan tidak diproses hukum tetapi setelah dimintai keterangan , dikoordinasikan dengan imigrasi, karantina dan PLBN untuk dipulangkan ke negaranya sesuai prosedur yang berlaku”.

“Dia terlalu lama di indonesia juga dasar hukum untuk tahan itu apa.
Ada yang kabur sementara proses pemeriksaan itu karena salah pengertian bahwa setelah diperiksa akan diproses hukum. Hal seperti ini yang harus diluruskan dan diinformasikan kepada rakyat untuk diketahui”

Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran meminta kepada para pelintas batas agar menggunakan jalur resmi supaya dijaga pemerintah Indonesia karena berada di wilayah hukum Indonesia.

“Bila para pelintas yang masuk melalui jalur tikus supaya keluarganya melaporkan kepada aparat supaya dikembalikan ke negaranya sesuai prosedur yang ada”.

“Kita di daerah perbatasan sehingga persoalan perbatasan terutama pelintas ilegal tentu sering terjadi. Kita tetap meminta peran aktif masyarakat untuk berpartisipasi memberikan informasi kepada aparat karena upaya pencegahan Covid 19 tetap bertumpu pada kekuatan rakyat”. (boni)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *