Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
HeadlineLintas Provinsi

Pemprov Kepri Prioritaskan Kawasan Pertanian Berkelanjutan: Ansar Ahmad Minta Insentif Khusus dari Kementan

70
×

Pemprov Kepri Prioritaskan Kawasan Pertanian Berkelanjutan: Ansar Ahmad Minta Insentif Khusus dari Kementan

Sebarkan artikel ini

Radarmalaka.com, Tanjungpinang – Gubernur Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad, akan memberikan prioritas pada pembentukan Peraturan Daerah mengenai Kawasan Pertanian Berkelanjutan. Hal ini dilakukan guna menjaga keberlangsungan kawasan sebagai area pengembangan pertanian yang berkelanjutan.

“Peraturan tersebut bertujuan untuk menjamin masa depan bagi para petani dari waktu ke waktu. Apabila peraturan bisa dibentuk, kami akan meminta insentif khusus kepada Menteri Pertanian karena komitmen kami untuk menjamin kawasan pertanian yang berkelanjutan, terutama karena kawasan daratan yang kita punya relatif terbatas.” kata Ansar di Aula Wan Seri Beni, Dompak, Kota Tanjungpinang, pada Jum’at, 7 Juni 2024.

Dalam kesempatan itu, Ansar juga mengukuhkan Pengurus Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Provinsi Kepri. Farada Harahap akan mengetuai Kepengurusan KTNA Kepri hingga 2028 mendatang.

Menurut Ansar, pengembangan pertanian di Kepri harus berfokus pada beberapa fenomena seperti struktur tanah dan iklim di kawasan daratan yang relatif terbatas. Oleh karena itu, kawasan tersebut membutuhkan perhatian khusus dan nyata.

“Meskipun belum bisa memenuhi semua kebutuhan hasil pertanian secara menyeluruh, kami bersyukur bahwa setidaknya ada hasil pertanian yang kami produksi yang dimanfaatkan oleh masyarakat setiap hari,” ujarnya.

Ansar juga memberikan ucapan selamat kepada pengurus KTNA Kepri yang baru dikukuhkan. Menurutnya, KTNA merupakan mitra penting bagi Pemerintah Daerah (Pemda) dan pemerintah secara nasional.

“KTNA merupakan tempat bagi para petani dan nelayan untuk berkomunikasi bersama pemerintah dan elemen masyarakat lain dalam menjamin kelangsungan pertanian di Indonesia. Selain itu, KTNA juga menjadi tempat peningkatan wawasan ilmu pengetahuan mengenai perkembangan teknologi serta memfasilitasi kebutuhan modal dari para petani dan dapat menjadi jaringan pasar mereka,” jelas Ansar.

Acara tersebut juga disertai dengan Penyerahan Bantuan Pertanian dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri kepada masyarakat Tanjungpinang dan peluncuran gerakan menanam cabai bagi pegawai di Lingkungan Pemprov Kepri.

Bantuan yang diberikan mencakup Bantuan Saprodi cabai dengan total bantuan senilai Rp189,3 juta dengan rincian pupuk NPK sebanyak 2.000 kg, pupuk organik sebanyak 4.000 kg, biji cabai merah sebanyak 75 sachet, mulsa sebanyak 60 roll, dan insektisida organik sebanyak 10 liter.

Selain itu, bantuan pemerintah juga terdiri dari Rumah Pangan Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA) yang diberikan kepada TP-PKK Kelurahan Batu 9, bantuan pemanfaatan lahan pekarangan, serta sarana dan prasarana pertanian (alat mesin pertanian) dan 16 ton pupuk pertanian.

Kepala Dinas Kelautan, Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan (DKP2KH) Kepri, Rika Azmi menyampaikan dalam laporannya bahwa Gubernur Kepri Ansar Ahmad telah mencanangkan seluruh pegawai untuk menanam cabai di rumah masing-masing melalui peluncuran gerakan menanam cabai.

Sebagai dukungan, DKP2KH Kepri menyediakan sebanyak 70 ribu bibit cabai untuk pegawai Pemprov Kepri yang akan diserahkan dalam beberapa tahap.

“Tahap pertama akan diserahkan pada tanggal 10 hingga 12 Juni 2021 yang akan datang, yaitu sebanyak 20 ribu bibit untuk 17 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan tahap kedua akan dilaksanakan pada akhir bulan Juni 2021. Sampai saat ini, sudah terdapat 28 OPD yang mengajukan permintaan sebanyak 32 ribu bibit,” ungkap Rika.

Editor: Budi Adriansyah
Penulis: Ron