Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
HeadlineLintas Provinsi

Pemprov Kepri Inisiasi Pertemuan Koordinasi untuk Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis

38
×

Pemprov Kepri Inisiasi Pertemuan Koordinasi untuk Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis

Sebarkan artikel ini

Radarmalaka.com, Tanjungpinang – Dalam rangka percepatan penanggulangan tuberkulosis di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Dinas Kesehatan Provinsi Kepri menginisiasi Pertemuan Koordinasi Lintas Sektoral dan Lintas Program. Pertemuan ini dilaksanakan di Aston Hotel Tanjungpinang, pada Selasa, 11 Juni 2024.

Selain membahas perkembangan dan situasi terkini dari kasus tuberkulosis, koordinasi juga dimaksudkan untuk mengimplementasikan Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2021 tentang Tuberkulosis dan Surat Keputusan Gubernur Nomor 897 Tahun 2022 tentang Tim Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis Provinsi Kepri.

Kepala Bidang Perencanaan Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan (Barenlitbang) Provinsi Kepri, Nur Aisyah Fatmasari, hadir sebagai narasumber.

Pertemuan ini juga dihadiri perwakilan lintas sektoral mulai dari instansi vertikal hingga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kesehatan Kepri, M. Bisri, menyatakan bahwa diperkirakan ada 1 miliar kasus kematian akibat TB secara global dalam 200 tahun terakhir. Pada tahun 2022, diperkirakan ada 10,6 juta orang yang sakit TB dan 1,3 juta orang meninggal karenanya.

“Di tingkat global, India menyumbang kasus TB sebesar 26,6%, Indonesia 10%, dan Cina 7,1%. Indonesia merupakan negara dengan estimasi kasus dan kematian tertinggi ke-2 di dunia tahun 2022,” paparnya.

Bisri juga memaparkan strategi penanggulangan tuberkulosis di Indonesia, yang meliputi pencegahan, pendeteksian kasus, terapi, dan promosi kesehatan.

Sementara itu, Nur Aisyah yang menjadi narasumber memaparkan bahwa pada tahun 2023, angka keberhasilan pengobatan tuberkulosis (success rate) di Indonesia diharapkan mencapai 91 persen, meskipun sedikit di bawah target sebesar 92 persen.

Dia juga menjelaskan kendala dalam penanggulangan urusan ATM (AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria) di Kepri, di antaranya Pokja kelembagaan dalam Peraturan Gubernur Nomor 897 Tahun 2022 tentang Tim Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis Provinsi Kepri perlu dilakukan penyesuaian dengan Peraturan Gubernur Nomor 12 Tahun 2023 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas Dan Fungsi, Serta Tata Kerja Perangkat Daerah.

“Kemudian, belum optimalnya peran sektor lain dalam penanggulangan ATM, serta masih dibutuhkan penguatan dalam perencanaan ke depan,” pungkasnya.

Editor: Budi Adriansyah
Penulis: Ron