Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
HeadlineLintas Provinsi

Pemkot Tanjungpinang Sukses Kendalikan Inflasi di Tengah Tantangan Transportasi

25
×

Pemkot Tanjungpinang Sukses Kendalikan Inflasi di Tengah Tantangan Transportasi

Sebarkan artikel ini

Radarmalaka.com, Tanjungpinang – Program dan kegiatan yang dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Tanjungpinang dalam kerangka pengendalian inflasi, menunjukkan adanya perbaikan terus-menerus.

Berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tanjungpinang, inflasi Kota Tanjungpinang pada April 2024 secara year on year (yoy) mencapai angka 2,48 persen. Angka ini jauh lebih rendah dari inflasi nasional yang mencapai angka 3,00 persen.

Menurut Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tanjungpinang, Teguh Susanto, dari 41 kabupaten/kota Indeks Harga Konsumen (IHK) di wilayah Sumatera, inflasi yoy April 2024 di Kota Tanjungpinang menempati peringkat ke-8 terendah.

Sedangkan dari 150 kabupaten/kota IHK secara nasional, inflasi yoy April 2024 di Kota Tanjungpinang berada pada level ke-30 terendah.

“Pemerintah Kota Tanjungpinang terus mendorong kreativitas dan intensitas dalam rangka pengendalian inflasi yang dilakukan oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Beberapa langkah yang secara konsisten dilakukan dalam pengendalian inflasi, antara lain Gerakan Pangan Murah (GPM), operasi pasar, pemantauan ketersediaan stok dan harga bahan pokok, serta peningkatan koordinasi dengan para stakeholder dan satgas pangan,” ujar Teguh, pada Kamis, 2 Mei 2024.

Teguh menjelaskan bahwa beberapa komoditas memiliki andil yang cukup tinggi terhadap inflasi pada April 2024, diantaranya adalah angkutan udara sebesar 0,31 persen, emas perhiasan 0,11 persen, sawi hijau 0,06 persen, beras 0,03 persen, dan bawang putih sebesar 0,02 persen.

Berdasarkan data tersebut, Teguh menyimpulkan bahwa andil inflasi terbesar merupakan transportasi angkutan udara. Adapun bahan kebutuhan pokok lainnya, telah kembali pada harga yang wajar.

“Kendati demikian, daerah memiliki keterbatasan dalam melakukan intervensi pengendalian inflasi yang berasal dari transportasi udara, yang memberi andil dominan sebesar 0,31 persen. Namun, berdasarkan data tersebut, dapat dilihat bahwa harga bahan kebutuhan pokok kembali pada harga yang normal setelah Idul Fitri. Penjabat (Pj.) Wali Kota Tanjungpinang berpesan agar jajaran terkait terus berupaya untuk melakukan langkah-langkah strategis dalam pengendalian inflasi,” lanjut Teguh.

Editor: Budi Adriansyah
Sumber: Diskominfo Kota Tanjungpinang