Pemkab Malaka Intervensi Program Pemulihan Pasca Banjir Kali Motadelek – Malaka

Pemerintah Kabupaten Malaka melalui dinas teknis terkait melakukan intervensi program untuk pemulihan paska banjir Kali Motadelek- Kabupaten Malaka – Provinsi NTT.

Dibidang penyebab banjir sementara ada penanganan penutupan tanggul jebol dari dinas PUPR Kabupaten Malaka.

Sementara untuk efek banjir pemerintah sementara melakukan pendataan termasuk penanganan kepada warga yang terdampak banjir Kali Motadelek.

Kalak BPBD Kabupaten Malaka, Gabriel Seran mengatakan hal itu kepada wartawan di Besikama – Malaka Barat – Kabupaten Malaka, Rabu (27/5-2020)

Dikatakannya, terkait penanganan bencana sesuai hasil konfirmasi dengan Satker Tanggap Darurat Provinsi NTT untuk sementara Propinsi memberikan bantuan hidran umum untuk pengadaan air bersih dengan mobil tangki.

” Mereka sudah datang melihat langsung di lapangan dan sementara diperjalanan untuk ditindaklanjuti”.

” Dibidang kesehatan sudah dikoordinasikan dengan bidang kesehatan. Kondisi saat ini Puskesmas sudah turun ke lapangan untuk identifikasi gejala penyakit yang timbul akibat banjir dan ditindaklanjuti dengan pelayanan dasar bagi warga yang terdampak”

” Para pengungsi yang mengungsi di desa Halibasar sudah kembali ke rumahnya karena banjir sudah surut. Penyebab banjir yang mengakibatkan rumah warga terendam banjir sudah mendapatkan penanganan dari dinas PUPR untuk penutupan tanggul jebol”

” Sementara di desa Rabasa – Kecamatan Malaka Barat tidak ada pengungsian karena menurut kades banjir itu sifatnya sementara dan bila tanggul bocor sudah ditutup tidak ada banjir yang menggenangi pemukiman penduduk”

” Kita tetap minta warga yang bermukim di ujung tanggul agar tetap waspada saat hujan . Bila curah hujan tinggi agar mengungsi di keluarga terdekat”

” Ramalan Badan Meteorologi dan Geofisika bahwa hujan yang terjadi masih dalam kondisi normal dan hujannya dari australia. Terkadang intensitas hujan tinggi sehingga warga harus waspada ”

” Terkait kerusakan lahan pertanian akibat banjir, saat ini Pemerintah desa bersama petugas pertanian masih melakukan pendataan di lapangan”

” Lahan pertanian masih didata. Dari data yang dihimpun akan dianalisis apakah ada dampak kerugian yang ditimbulkan akibat banjir yang berpotensi adanya rawan pangan atau tidak”.

” Bila terjadi rawan pangan sesuai arahan Bupati Malaka akan diintervensi dinas Sosial melalui program rawan pangan” (boni)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *