Pemerintah Tetap Mewaspadai Virus ASF Untuk Ternak Babi Masuk di Perbatasan

Malaka – Pemerintah Kabupaten Malaka tetap mewaspadai virus ASF untuk ternak babi yang masuk dari Timor Leste ke Malaka melalui kawasan perbatasan.

Pemerintah tetap mengambil sikap prefentif seperti itu terkait berita yang di keluarkan oleh OIE (Organisasi Internasional Epizootika) tanggal 29 September 2019 menetapkan bahwa Negara Timor Leste terinfeksi virus ASF untuk ternak babi.

Hal itu disampaikan Sekda Malaka, Donatus Bere disela pertemuannya bersama tim pencegahan penyakit Demam Babi African Swine Fever (ASF) yang terdiri dari Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan
BB Vet Denpasar didampingi Disnak Propinsi NTT serta Kabid peternakan dan kesehatan hewan Kabupaten Malaka diruang kerjanya, Kamis (3/10-2019)

Sekda Malaka Donatus Bere,SH mewakili pemerintah Kabupaten Malaka dengan merujuk pada surat edaran dari Ditjen peternakan dan kesehatan hewan meminta kepada tim agar sesegera mungkin melakukan koordinasi dan upaya pencegahan terhadap penyakit ASF.

Sekda meminta kepada Tim bersama Bidang teknis peternakan silakan melakukan koordinasi, pemantauan dan sosialisasi langsung di perbatasan tentang penyakit itu.

Dalam kesempatan itu tim melaporkan rencana dan kegiatan koordinasi antar stakeholder terkait upaya pencegahan bahkan larangan masuknya ternak babi dan bahan makanan asal babi dari negara Timor Leste.

Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan pada Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Malaka, Methildes Seran,S.Pt. secara terpisah kepada wartawan mengatakan pihaknya bersama tim sudah melakukan koordinasi di batas Motamasin dengan petugas quarantina, imigrasi, bea cukai dan juga menyebarkan stiker, poster, bener, dan desinfektan.

” Tim juga sudah berkoordinasi dengan tentara yang piket / tugas di perbatasan Motamasin terkait masalah itu”

” Selanjutnya tim melakukan Proses pengambilan sampel darah oleh petugas paramedik dari BB-Vet Denpasar”

Tim yang terlibat dalam kegiatan itu masing-masing Kabid peternakan dan kesehatan hewan, Sekdis, Kabid Ketersediaan dan Distribusi Pangan DKPP Kab. Malaka bersama Tim pencegahan penyakit Demam Babi African Swine Fever (ASF) yang terdiri dari Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (drh.Dollik), BB-Vet Denpasar (drh.Prima) dan Disnak Provinsi NTT, Adi Bernadus. (boni)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *