Pemerintah Tetap Lanjutkan Pengerjaaan Tanggul di Motaain – Malaka

Pemerintah Kabupaten Malaka tetap melanjutkan pengerjaan tanggul di desa Motaain – Kecamatan Malaka Barat .

Lanjutan Pengerjaan tanggul itu sangat penting untuk melindungi warga dari banjir bandang Benenai.
Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran mengatakan hal itu kepada wartawan di Haitimuk – Malaka, Minggu (1/3-2020)

Dikatakannya, terkait rencana lanjutan pengerjaan tanggul itu pihaknya sudah meminta kepada dinas teknis untuk melakukan survey terkait titik-titik yang mau dikerjakan termasuk Volume pekerjaan yang mau dikerjakan.

” Pemerintah harus melanjutkan pekerjaan itu karena manfaatnya sangat besar bagi rakyat”

” Untuk rakyat tidak ada kata mahal dan untuk rakyat tidak boleh katakan tidak ada uang”

Kepala Dinas PU Kabupaten Malaka, Johanes Nahak saat dikonfirmasi wartawan, Minggu (1/3-2020) membenarkan hal itu.

” Dinas PU sudah mendapatkan arahan Bupati dan direncanakan besok Senin (2/3) bagian Pengairan akan melakukan survey untuk mengetahui titik dan volume pekerjaan ”

” Setelah Survey kita akan lakukan perhitungan RAB selanjutnya hasilnya akan diserahkan kepada Bupati untuk mendapatkan arahan lebih lanjut”

Kades Motaain, Slomon Leki Bria ketika dikonfirmasi wartawan membenarkan bahwa saat banjir bandang masih memasuki areal perkampungan sehingga pengerjaan tanggul bisa dilanjutkan 100 – 200 meter sehingga bisa melewati areal perkampungan.

” Kami dan masyarakat berterima kasih sekali kepada Pemkab Malaka karena setelah pengerjaan tanggul penahan tahap pertama bisa mengeliminir terjamgan banjir bandang Benenai”

” Kalau pemerintah mau melanjutkan pengerjaannya tentu sangat membantu rakyat karena bisa bebas dari banjir terutama masuk kedalam areal pemukiman”

” Bila tanggulnya dilanjutkan pengerjaan dari ujung tanggul bisa menyelamatkan warga di dusun Derok Laran dan Debu Kametan”

” Alur masuknya banjir dari Kali Mati (Jembatan masuk kampung) airnya tendang dan langsung masuk kampung . Masyarakat yang terdampak di Dusun Sukaer Laku separuh dan Laen Molin/Leolaran” (boni)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *