Pemerintah Tetap Komit Lanjutkan Program Pembangunan Penguatan Tebing Eleminir Banjir Bandang Benenai

Malaka ( Adv) Pemerintah Kabupaten Malaka tetap komit untuk melanjutkan program pembangunan penguatan tebing sungai untuk mengeliminir luapan banjir bandang Benenai.

Selama beberapa tahun terakhir sejak program ini dicanangkan ternyata sangat efektif untuk mengatasi luapan banjir bandang yang setiap saat bisa menggenangi pemukiman penduduk, fasilitas umum termasuk hasil pertanian masyarakat.

Pemerintah tetap fokus pada program bagaimana mengatasi sebab banjir bukan pada efek banjir Caranya bibir kali yang rendah ditinggikan melalui program penguatan tebing dan kali yang dangkal dan penghambat aliran air dinormalkan melalui normalisasi kali sehingga banjir yang berpeluang meluap keluar dapat diarahkan mengalir dengan bebas tanpa hambatan menuju muara.

Kita semuanya bersyukur karena melalui program diatas selama beberapa tahun terakhir harta rakyat terselamatkan dan fasilitas umum bebas dari terjangan banjir bandang Benenai.

Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran mengatakan hal itu kepada wartawan dikediaman Haitimuk – Malaka, Minggu (1/3-2020) pagi tadi.

Bupati Malaka mengatakan persoalan banjir bandang Benenai merupakan persoalan serius yang dihadapi warga Kabupaten Malaka khususnya yang tinggal sekitar bantaran sungai Benenai.

” Setiap tahun Sejak tahun 2000 banjir bandang Benenai menerpa Malaka yang menyebabkan semua fasilitas seperti Jembatan Benenai putus, pemukiman penduduk dan sarana – sarana pelayanan Publik rusak berat seperti sekolah, berbagai fasilitas kesehatan, gereja, Jalan-jalan rusak tergerus banjir, harta milik masyarakat hilang terbawa arus bahkan korban nyawa manusia yang tak ternilai harganya sudah menjadi contoh dan bukti bahwa penanganan banjir bandang Benenai harus diurus dengan baik . Kata kuncinya hanya satu yakni mengurusi Penyebab banjir”.

” Penanganan banjir bandang Benenai memang harus dilakukan dari hulu ke hilir yang melibatkan Pemprov NTT dan beberapa Kabupaten seperti TTS, TTU, Belu dan Malaka dan kita bersyukur hingga saat ini sudah ada langkah-langkah konkrit Dari Pemprov untuk membuat bendung di Temef – TTS termasuk berbagai Kabupaten yang membuat embung untuk menampung air sehingga saat hujan tidak langsung turun ke Malaka sebagai daerah hilir Sungai Benenai”

” Beberapa contoh diatas menunjukkan bahwa selama ini Pempus dan Pemprov tidak menutup mata dalam upaya untuk mengeliminir banjir bandang di Kabupaten Malaka”

” Kita di Malaka pun tidak tinggal diam tetapi melakukan berbagai terobosan untuk mengeliminir luapan banjir bandang Benenai. Setiap tahun Pemerintah lakukan melalui program penguatan tebing kali dengan membuat bronjong. Manfaatnya ganda. Selain airnya tidak meluap keluar dari kali, kita juga mengeliminir adanya longsor yang merusak kebun dan harta masyarakat disekitar bantaran kali Benenai”

” Selama beberapa tahun terakhir SBS – DA (Almr) meminpin Malaka dengan terobosan program penguatan tebing bisa selamatkan puluhan ha lahan masyarakat dari longsor. Sebelum program ini digelar puluhan ha lahan warga di Uma Au, Kleseleon Kecamatan Weliman dan beberapa desa di Malaka Barat lahan kebunnya hanyut akibat longsor.

Mantan Desa Sikun – Kecamatan Malaka Barat, Yoseph Seran Seko secara terpisah kepada Wartawan mengatakan penanggulangan banjir bandang Benenai di Kecamatan Weliman dan Malaka Barat bisa teratasi berkat program cerdas Bupati SBS – DA (Almr).

” Saya katakan cerdas karena sejak tahun 2000 banjir besar Benenai menerpa Malaka tidak ada satu solusipun untuk mengatasi persoalan banjir bandang. Setelah SBS -.DA memimpin Malaka kita baru lihat ada upaya konkrit untuk mengeleninir banjir bandang Benenai dengan cara menyelesaikan penyebab banjir bukan pada mengatasi efek banjir”

” Cara mengatasi banjir ala Bupati SBS bukan dengan mengirim mie instan, kompor, tenda dan makanan siap saji kepada korban banjir tetapi SBS lebih fokus untuk mengatasi penyebab banjir dengan cara melalui program penguatan tebing dan normalisasi kali bila dibutuhkan”

” Beberapa tahun lalu saat ada, luapan banjir bandang di Uma Au dan Kleseleon Bupati SBS bukannya membawa mie instan dan compor bagi korban yang terdampak banjir tetapi malah meminta Dinas PUPR, Kaban Keuangan dan Inspektorat untuk rapat di lokasi titik jebolnya banjir”

” Yang saya lihat saat itu Bupati SBS buka Kantor di Uma Au pinggiran kali yang jebol karena longsor. Bupati tidak banyak omong tetapi minta Dinas PU untuk lihat penyebab banjir dan melakukan perhitungan biaya yang dibutuhkan untuk perbaikan ”

” Setelah tahu banyaknya biaya lalu Bupati tanya Kaban Keuangan apakah ada uangnya untuk perbaikan lalu dijawab ada uangnya. Bupati tidak langsung putuskan tetapi tanya Inspektorat apakah sesuai aturan dan dijawab sesuai aturan. Saat itu juga Bupati Instruksikan untuk dieksekusi dan membuka kantor beberapa hari di lokasi kejadian untuk memastikan pengerjaannya berkualitas sesuai perencanaan”

” Itu satu bukti bahwa Bupati SBS itu cerdas dan bukan hanya omong tetapi omong dan lansung bikin serta tidak menunda pekerjaan” (boni)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *