Pemerintah Tetap Komit Lanjutkan Pembangunan Penguatan Tebing DAS Benenai

Malaka – Pemerintah Kabupaten Malaka tetap berkomitmen melanjutkan pembangunan berupa penguatan tebing DAS Benenai melalui berbagai program pembangunan yang digelar.

Prinsip pembangunan yang dianut yakni mengatasi penyebab banjir sehingga bisa memberikan solusi permanent bagi rakyat dengan cara penguatan dan peninggian tebing bibir sungai agar air tidak meluap keluar saat banjir dan melakukan normalisasi sehingga tidak terjadi pendangkalan sungai. Dengan konsep pembangunan seperti itu sangat efektif sehingga dalam beberapa tahun terakhir tidak terjadi luapan banjir.

Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran mengatakan hal itu kepada wartawan saat dikonfirmasi, Kamis (25/10-2019).

Bupati Malaka yang akrab dipanggil SBS itu mengatakan pihaknya tetap fokus dalam penanganan banjir bandang Benenai dengan konsep mengatasi penyebab banjir.

“Banjir itu terjadi karena dua hal yakni bibir sungainya mengalami pendangkalan sehingga harus dikuatkan dan ditinggikan supaya air tidak meluap. Penyebab kedua karena terjadinya pendangkalan karena penimbunan sedimen material banjir sehingga perlu dinormalisasi”

Kepala Pelaksana Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Malaka, Drs Gabriel Seran, MM saat dikonfirmasi wartawan di ruang kerjanya, Jumat (25/10-2019) mengatakan
sesuai hasil verifiasi tim teknis dari BNPB Jakarta dan rapat terakhir di Kementrian Keuangan Pemkab Malaka diberikan bantuan Dana Hibah Daerah rehabilitasi dan rekonstruksi paska bencana tahun 2019 sebesar Rp 21. 226. 604.000

Dia mengatakan dana sebesar itu akan diarahkan untuk penguatan tebing DAS Benenai, pembangunan rumah panggung dan penanaman anakan bambu sepanjang DAS Benenai.

” Dana itu mulai dieksekusi tahun ini setelah terima DIPA dari BNPB Jakarta bulan November tahun ini yang akan diterima Bupati Malaka dan Kepala Pelaksana sebagai dinas teknis akan menandatangani MOU dengan kementrian”.

“Setelah penandatangan kita akan kembali dan lakukan verifikasi kegiatan sesuai hasil verifikasi di Jakarta”.

“Setelah ditandatangani MOU satu minggu kemudian dananya bisa diproses masuk dalam rekening daerah”. (boni)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *