Pemerintah Tetap Berjuang Atasi Persoalan Air Bersih di Kecamatan Sasitamean

 

Malaka – Pemerintah Kabupaten Malaka melalui program Pemenuhan kebutuhan air bersih bagi warga yang dicanangkan Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran tetap berjuang melalui berbagai cara untuk menghadirkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga desa di wilayah Kecamatan Sasitamean.

Selain melalui program pipanisasi juga melalui program Pamsimas yang masuk ke desa-desa termasuk melayani warga desa melalui mobil tangky air yang disediakan Pemda Malaka.

Untuk mengatasi persoalan kebutuhan air bersih bagi warga mulai tahun 2020 tetap dilanjutkan program pipanisasi bagi desa yang memiliki akses sumber mata air yang memadai, pengeboran sumur baru bagi desa yang diprediksi memiliki sumber mata air tanah yang memadai serta tetap bekerja sama dengan Pamsimas untuk mengintervensi dengan program pengadaan air bersih bagi warga yang membutuhkan.

Hal itu disampaikan Camat Sasitamean, Emanuel Yanuarius Kabosu, S STP kepada wartawan di Kaputu-Kecamatan Sasitamean, Kamis (26/12-2019).

Dijelaskannya, terkait pengadaan air bersih bagi warga sembilan desa di Wilayah Kecamatan Sasitamean setiap tahun pihaknya sudah melakukan berbagai intervensi melalui berbagai program pengadaan air bersih yang ada walaupun masih banyak titik dan desa yang harus diperhatikan dalam program pengadaan air bersih.

” Desa Manulea masih empat dusun di sana masih kekurangan air bersih terutama untuk dusun Fatubesi dan Fatukro
Jalan keluarnya selama ini dibantu dengan tangki air milik Pemda”.

“Untuk desa Asmanulea dan Umutnana. Umutnana saat ini airnya melimpah karena program Pamsimas. Desa Asmanulea dan Naisau sementara diintervensi Program Pamsimas dan tahun depan sudah selesai . Sementara dalam proses pengerjaan sehingga diharapkan tahun depan persoalan air bersih di dua desa itu sudah bisa teratasi”

“Tiga desa dibawah yakni desa Builaran, Fatuaruin dan Manumutin Silole hingga saat ini masih terus diperhatikan melalui berbagai program yang ada untuk pengadaan air bersih”

” Secara keseluruhan di Desa Builaran seluruh dusun dalam perkampungan desa Builaran sudah mendapat akses air bersih dan masih satu dusun yang
mengalami kesulitan air bersih yakni dusun Harekain.
Untuk mengatasi kesulitan air bersih di dusun Harekain untuk sementara dilayani dengan tangki air milik pemerintah sambil melihat peluang untuk pipanisasi dengan memanfaatkan potensi sumber mata air di daerah itu”

” Khususnya untuk desa Builaran dan Fatuaruin akses air bersihnya dari Naibone melalui program perpipaan. Sementara desa Manumutin Silole melalui program Pamsimas dan baru diresmikan pemanfaatannya”

” Cara mengatasi kekurangan air bersih bagi warga sesuai arahan Bupati Malaka, untuk program jangka pendeknya yakni melayani masyarakat melalui program bantuan air tangky yang dilayani Pemda”.

” Kesulitan yang dihadapi di Kecamatan adalah bahan bakar solar untuk operasional truk tangki air masih sulit diperoleh di SPBU karena antrian panjang”.

” Selain itu anggaran per tahun untuk pemeliharaan kendataan Rp 40 Juta yang dibagi per triwulan Rp 10 Juta sehingga kalau untuk melayani seluruh masyarakat belum memadai”.

” Secara keseluruhan solusi untuk mengatasi persoalan air bersih di Kecamatan Sasitamean yakni mulai tahun 2020 melalui Dana Desa
akan diprogramkan pengadaan sumur baik sumur gali dan sumur bor serta perpipaan untuk mengurangi biaya tangky yang pemeliharaannya sangat tinggi”.

” Untuk bor air disesuaikan dengan kebutuhan desa dan tergantung hasil musrenbang. Sementara untuk perpipaan yang sementara berjalan itu di desa Asmanlea, Naisau dan Manumutin Silole”. (boni)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *