Pemerintah Sudah Berinvestasi di Bidang Pendidikan Dan Kesehatan

Pemerintah Kabupaten Malaka selama masa kepemimpinan Bupati/Wakil Bupati Malaka, SBS-DA periode 2016-2021 sudah berinvestasi dibidang pendidikan dan kesehatan.

Dibidang kesehatan, Pemerintah dibawah kepemimpinan Bupati SBS secara optimal melakukan penataan dibidang kesehatan pada 20 Puskesmas serta RSUPP Betun menjadi faskes yang representatif untuk melayani kesehatan warga.

Berbagai terobosan dilakukan dibidang kesehatan untuk meringankan beban rakyat seperti biaya pengobatan yang ditanggung pemerintah dimana rakyat hanya menunjukkan KTP e sudah bisa mendapatkan pelayanan.

Dibidang pendidikan Bupati SBS terus mendorong, memotivasi dan memberi ruang kepada para ASN dan masyarakat umum untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dengan tujuan agar daerah yang dimpimpinnya yang notabene masih baru mampu bersaing dan berkompetisi dengan daerah lain.

Dalam berbagai kesempatan Bupati SBS selalu meminta ASN dan masyarakat luas untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi dengan cara memberi izin belajar dan tugas belajar termasuk masyarakat umum karena menurut SBS sebagai investasi jangka panjang bagi daerah karena menurut SBS apa yang ditanam hari ini suatu saat akan panen.

Dalam sebuah kesempatan berdiskusi dengan awak media, Mantan Kadis Kesehatan Provinsi NTT itu mengatakan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan salah satu faktor penting dalam pembangunan suatu daerah.

SBS mengatakan secara umum, kekayaan alam, material dan finansial tidak akan memberi manfaat secara optimal untuk memperbaiki kesejahteraan rakyat jika tidak didukung dengan ketersediaan sumber daya manusia baik dari segi kualitas maupun kuantitas.

Selain itu kualitas SDM sangat dipengaruhi oleh pendidikan formal dan informal (Yang berhubungan dengan ketrampilan atau keahlian kerja)kualitas kesehatan(fisik dan psikis)kepribadian dan kepercayaan diri(Self confidence)tingkat kesejahteraan hidup (Welfare)dan ketersediaan lapangan kerja yang relevan.

“Oleh karena itu, jika ingin indeks pembangunan manusia mendapat peringkat bagus maka pembangunan dibidang pendidikan dan kesehatan harus diprioritaskan salah satunya memberi izin belajar dan tugas belajar kepada ASN dan masyarakat umum sebab pendidikan dan kesehatan dua masalah yang berhubungan langsung dengan mutu dan kualitas sumber daya manusia,”

Dirinya juga berharap kepada ASN,dan masyarakat umum yang mendapat tugas belajar agar dalam menjalani proses pendidikan harus memberikan yang terbaik sehingga apa yang diperoleh bisa membawa perubahan untuk Rai Malaka kedepan.

Sementara itu secara terpisah Kepala Badan Pengembangan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia(BPKSDM), Veronika Flora Fahik mengatakan selama masa kepemimpinan Bupati Stefanus Bria Seran untuk ASN yang mendapat tugas belajar dan izin belajar termasuk dokter spesialis dengan rincian sebagai berikut.

“Tahun 2016, tugas belajar( 2 orang) tahun 2017 tugas belajar S2 (5 orang), S1 (1 orang ), sedangkan izin belajar S2 Ilmu Administrasi Negara(13 orang), S1(47 orang), D3 (25 orang).

” Tahun 2018 tugas belajar S2 (2 orang), izin belajar Ilmu Administrasi Negara (20 orang), S1 (11 orang), D3 (45 orang), Pendidikan dokter spesialis (3 orang) yaitu,spesialis anestesilogy dan theraphy intensif,spesialis anestesilogy dan reanimasi,serta spesialis radiology”

” Tahun 2019,tugas belajar S3 Lingkungan Hidup(1 orang), S1(3 orang).Sedangkan izin belajar S2 Ilmu Administrasi Publik (8 orang), S2 Kesehatan(13 orang), D3 (29 orang), Pendidikan Dokter Spesialis (2 orang) Spesialis bedah dan bantuan pendidikan bagi masyarakat(173 orang)

” Tahun 2020 tugas belajar S1(5 orang), S2 (2 orang).Untuk izin belajar Ilmu Administrasi Publik(5 orang)Pendidikan dokter spesialis (2 orang)yaitu spesialis Pantology klinik dan spesialis obsetetric ginekology” ( boni)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *